Kolaka Utara Bidik Investor Jatim, Dorong Hilirisasi Kakao hingga Kopi demi Dongkrak Ekonomi Daerah

oleh -109 Dilihat
Pemda Kolaka Utara menawarkan sejumlah komoditas strategis sebagai peluang investasi yang dinilai menjanjikan bagi pasar nasional maupun internasional.
Pemda Kolaka Utara menawarkan sejumlah komoditas strategis sebagai peluang investasi yang dinilai menjanjikan bagi pasar nasional maupun internasional.

KabarBaik.co, Surabaya – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara terus memacu langkah untuk menarik investasi demi mengoptimalkan potensi unggulan daerah. Melalui agenda Kolaka Utara Trade and Investment Forum 2026, pemerintah daerah menawarkan sejumlah komoditas strategis sebagai peluang investasi yang dinilai menjanjikan bagi pasar nasional maupun internasional.

Komoditas unggulan seperti cengkeh, kelapa, kopi, hingga kakao menjadi sektor yang dipromosikan dalam forum tersebut.

Selama ini, komoditas tersebut menjadi penopang utama perekonomian masyarakat Kolaka Utara. Namun, pemerintah daerah kini mendorong agar hasil perkebunan tersebut tidak lagi hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah melalui penguatan hilirisasi industri.

Bupati Kolaka Utara, Nurrahman Umar menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif bagi para investor. Menurutnya, kepastian hukum menjadi salah satu faktor penting untuk membangun kepercayaan dan menarik investasi jangka panjang.

“Kalau berbicara jaminan hukum, tentu kita harus bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Daerah tidak bisa menjaminkan sendiri karena terkait aturan dan undang-undang yang berlaku,” ujar Nurrahman ditemui di Hotel Grand Mercure Surabaya, Selasa (12/5).

Meski demikian, ia memastikan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara akan terus membangun sinergi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat demi memberikan rasa aman dan kepastian bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di daerah tersebut.

Nurrahman menilai, hilirisasi industri menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan hadirnya industri pengolahan di daerah, bahan baku lokal seperti kakao, kopi, cengkeh, dan kelapa dapat diolah menjadi produk siap jual dengan nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi.

Selain meningkatkan daya saing daerah, pengembangan industri pengolahan juga diyakini mampu membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara lebih luas.

“Melalui industrialisasi itulah yang kita harapkan bisa memberikan manfaat, terutama dari segi nilai tambah, terbukanya lapangan kerja, dan peningkatan nilai dari produk yang dihasilkan industri tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kolaka Utara, Agusdin memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Kolaka Utara Industry Trade and Investment Forum 2026. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam membangun ekonomi berbasis industri dan investasi.

Menurut Agusdin, forum tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara untuk mengubah paradigma daerah dari sekadar penghasil bahan mentah menjadi daerah yang mampu menghasilkan produk turunan bernilai tinggi.

“Ini merupakan sebuah lompatan pemikiran yang luar biasa dari pemerintah daerah untuk mendorong agar Kolaka Utara tidak lagi hanya memproduksi bahan baku,” ujarnya.

Ia berharap forum investasi tersebut dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan pelaku usaha dan investor, sehingga mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sekali lagi, kami dari DPRD memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara atas kegiatan ini,” pungkas Agusdin.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.