Komisi B DPRD Jombang Dorong Ganti Rugi untuk Peternak Terdampak PMK

oleh -180 Dilihat
IMG 20250206 WA0026
Wakil Ketua Komisi B DPRD Jombang, Ama Siswanto ketika RDP dengan Dinas Peternakan

KabarBaik co – Usai penetapan keadaan darurat penyakit mulut dan kuku (PMK), Komisi B DPRD Jombang mendorong adanya ganti rugi untuk peternak yang induk sapinya mati terkena wabah penyakit tersebut.

Permintaan itu disampaikan para wakil rakyat dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Jombang.

Dalam RDP terungkap, kasus PMK di Kabupaten Jombang mencapai 1.404 ekor. Rincinya 91 ekor mati, sedangkan yang dilakukan potong paksa ada 131 ekor dan yang sembuh 881, serta yang sedang dalam perawatan berjumlah 299.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jombang, Ama Siswanto meminta agar harga daging sapi yang dipotong paksa dapat diakomodir oleh dinas agar tidak terlalu merugikan peternak.

“Karena jagalan itu kan di bawahnya dinas, termasuk bernaung kepada dinas, sehingga petani yang jual sapi yang terpapar itu harganya tidak terlalu jatuh,” ungkap politisi PDI Perjuangan Jombang pada Kamis (6/5).

Selain itu, politisi PDI Perjuangan ini pun mendesak pengalokasian APBD untuk peternak yang terdampak, supaya tidak memutus mata pencaharian mereka.

“Kita mendorong ganti rugi sapi induk yang mati, kalau APBD nya mampu 10 juta tapi berupa pedhet (sapi anakan),” tandasnya.

Sementara itu Plt Disnak Kabupaten Jombang, M Saleh mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya vaksinasi guna menekan kasus PMK di kota santri. Menurutnya, vaksinasi masih akan berlanjut hingga akhir tahun.

“Setelah dilakukan vaksinasi ini sudah ada pergerakan melandai. Ini kami terus memaksimalkan vaksin,” ujarnya.

Penutupan pasar hewan, imbuh Saleh, juga masih diperpanjang sebagai salah satu langkah preventif.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.