KabarBaik.co – Komisi IV DPRD Gresik menggelar rapat kerja bersama Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Cabang Dispendik Jawa Timur (Cabdin) untuk membahas aksesibilitas siswa penyandang disabilitas di sekolah.
Anggota Komisi IV DPRD Gresik Imam Syaifudin, mengonfirmasi rapat tersebut. Menurutnya, pertemuan difokuskan pada upaya sinkronisasi program pendidikan inklusif yang selama ini dinilai belum terjalin dengan baik.
“Betul, (rapat, Red) sinkronisasi program saja, karena yang kami lihat selama ini belum ada komunikasi intens atau forum khusus antara Dispendik, Cabdin dan Kemenag. Khususnya terkait kita bicara siswa inklusi,” ujar Imam, saat dikonfirmasi, Sabtu (20/9).
Imam menegaskan langkah awal yang dilakukan adalah verifikasi pendataan di seluruh sekolah tingkat SMA/SMK, madrasah, hingga sekolah swasta. Pihaknya meminta Kementerian Agama (Kemenag) mendata secara detail sekolah di bawah naungannya, mulai dari lokasi, jumlah, hingga pola penanganan siswa inklusi.
“Begitupun juga Cabdin, kita minta sinkronisasi dan verifikasi data jadi satu ke UPT ABK Dispendik Gresik,” katanya.
Sebelumnya, komunikasi intensif dan sinkronisasi antara Cabdin dan Kemenag masih terdapat kendala. Harapannya dengan forum bersama ini, hambatan tersebut dapat teratasi sehingga kebutuhan siswa inklusi bisa lebih terpantau.
“Harapan ke depan sudah tidak ada lagi kendala dan bisa benar-benar terkontrol sehingga monitoring, perhatian, serta penyaluran bantuan pemerintah daerah terkait pemenuhan kebutuhan siswa inklusi bisa menyeluruh untuk anak-anak kita siswa inklusi,” tutur Imam.(*)






