KabarBaik.co – Puluhan mantan kepala desa yang tergabung dalam Komunitas Purnabhakti Kepala Desa Seluruh Indonesia (Kompakdesi) Kabupaten Bojonegoro menggeruduk gedung DPRD Bojonegoro, Rabu (14/8). Kedatangan mereka ke gedung dewan untuk mengadukan nasib mereka agar para mantan kepala desa mendapatkan tali asih.
Salah satu mantan kepala desa, Rasmijan, yang juga menjabat sebagai wakil ketua Kompakdesi mengatakan, kedatangan mereka ke DPRD agar anggota dewan dapat menjembatani antara mereka dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Dia meminta agar Pemkab Bojonegoro mengupayakan keinginan mereka. Sebba, banyak dari mantan kepala desa yang dulu memperjuangkan pengentasan kemiskinan di tingkat desa sekarang hidup di dalam garis kemiskinan.
“Kita ingin mendapat tali asih atau semacam pesangon yang masing-masing orangnya mendapat Rp 100 juta, dari pada APBD Bojonegoro terdapat silpa dengan nilai yang cukup tinggi,” tegas Rasmijan, Rabu (14/8).
Menurut Rasmijan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui pasti soal regulasi tali asih atau pesangon untuk para mantan kades. “Kita memang belum mengetahui regulasinya, tapi kita minta dilewatkan ke dana bantuan khusus (BKK),” tuturnya.
Semetara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro Machmudin mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui regulasi untuk memberi pesangon kepada mantan kades. Sampai saat ini belum ada daerah yang menerapkan kebijakan pemberian pesangon ke para mantan kades.
“Kita belum mengetahui soal regulasi ini, tapi kita akan upayakan untuk berkordinasi dengan Kemendagri,” ujar Machmudin.
Mitroatin, wakil ketua DPRD Bojonegoro yang ikut dalam pertemuan tersebut mengatakan, pihaknya akan ikut serta mengawal perjuangan mantan kades. “Kita akan ikut mengawal, tapi untuk nominal yang mereka inginkan kok kelihatanya terlalu tinggi, tapi kita upayakan apapun hasil akhirnya,” kata Mitroatin. (*)