Kompakdesi Minta Pesangon Rp 100 Juta untuk Mantan Kepala Desa di Bojonegoro

oleh -716 Dilihat
WhatsApp Image 2024 08 14 at 15.56.46
Pertemuan antara Kompakdesi dengan Pemkab Bojonegoro di Gedung Banggar DPRD Bojonegoro, Rabu (14/8). (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Puluhan mantan kepala desa yang tergabung dalam Komunitas Purnabhakti Kepala Desa Seluruh Indonesia (Kompakdesi) Kabupaten Bojonegoro menggeruduk gedung DPRD Bojonegoro, Rabu (14/8). Kedatangan mereka ke gedung dewan untuk mengadukan nasib mereka agar para mantan kepala desa mendapatkan tali asih.

Salah satu mantan kepala desa, Rasmijan, yang juga menjabat sebagai wakil ketua Kompakdesi mengatakan, kedatangan mereka ke DPRD agar anggota dewan dapat menjembatani antara mereka dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Dia meminta agar Pemkab Bojonegoro mengupayakan keinginan mereka. Sebba, banyak dari mantan kepala desa yang dulu memperjuangkan pengentasan kemiskinan di tingkat desa sekarang hidup di dalam garis kemiskinan.

“Kita ingin mendapat tali asih atau semacam pesangon yang masing-masing orangnya mendapat Rp 100 juta, dari pada APBD Bojonegoro terdapat silpa dengan nilai yang cukup tinggi,” tegas Rasmijan, Rabu (14/8).

Menurut Rasmijan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui pasti soal regulasi tali asih atau pesangon untuk para mantan kades. “Kita memang belum mengetahui regulasinya, tapi kita minta dilewatkan ke dana bantuan khusus (BKK),” tuturnya.

Semetara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro Machmudin mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui regulasi untuk memberi pesangon kepada mantan kades. Sampai saat ini belum ada daerah yang menerapkan kebijakan pemberian pesangon ke para mantan kades.

“Kita belum mengetahui soal regulasi ini, tapi kita akan upayakan untuk berkordinasi dengan Kemendagri,” ujar Machmudin.

Mitroatin, wakil ketua DPRD Bojonegoro yang ikut dalam pertemuan tersebut mengatakan, pihaknya akan ikut serta mengawal perjuangan mantan kades. “Kita akan ikut mengawal, tapi untuk nominal yang mereka inginkan kok kelihatanya terlalu tinggi, tapi kita upayakan apapun hasil akhirnya,” kata Mitroatin. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.