Kongres HIKMAHBUDHI Jadi Momentum Tunjukkan NTB sebagai Daerah yang Menjunjung Tinggi Toleransi

oleh -97 Dilihat
IMG 20260731 WA0024
Pemukulan gong oleh Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menandai pembukaan Kongres XIII Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) di Kabupaten Lombok Utara. (Foto: Arief Rahman) 

KabarBaik.co, Lombok Utara – Penyelenggaraan Kongres HIKMAHBUDHI menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menunjukkan bahwa nilai toleransi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Kongres yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Lombok Utara itu dihadiri ratusan kader HIKMAHBUDHI dari berbagai daerah di Indonesia.

Agenda nasional lima tahunan tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas. Dalam sambutannya, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan bahwa masyarakat NTB telah lama hidup berdampingan dalam keberagaman. Menurutnya, perbedaan agama dan keyakinan bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan yang terus dijaga.

“Kami tidak pernah menganggap saudara-saudara kami yang Hindu, Buddha, Katolik maupun agama lainnya sebagai orang lain. Ketika saya mengatakan ‘kita’, maka mereka semua adalah bagian dari kita,” ujar Iqbal.

Ia menjelaskan, keberagaman di Pulau Lombok memiliki akar sejarah yang panjang. Kehadiran masyarakat Sasak yang memeluk agama Hindu maupun Budha menjadi bukti bahwa perbedaan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak lama. “Banyak di antara kami masih memiliki hubungan darah meski berbeda keyakinan. Itu kami nikmati sebagai sebuah kekayaan,” katanya.

Iqbal menilai Lombok Utara merupakan lokasi yang tepat untuk penyelenggaraan Kongres XIII HIKMAHBUDHI karena dikenal sebagai salah satu daerah dengan kehidupan masyarakat yang harmonis dan tingkat toleransi yang tinggi. Ia juga mengajak seluruh peserta kongres untuk terus menjaga semangat persatuan dan kebangsaan serta berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.

“Saya berharap kongres ini melahirkan roadmap pengabdian HIKMAHBUDHI bagi Republik Indonesia. Mahasiswa Buddha memiliki tanggung jawab yang sama untuk ikut membangun bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengajak mahasiswa untuk tetap menjaga idealisme, namun juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, mahasiswa perlu memperkuat kapasitas intelektual sekaligus mengembangkan jiwa kewirausahaan agar mampu menghadapi tantangan global.

“Gerakan mahasiswa harus tetap menjaga idealisme. Namun, entrepreneurship juga harus menjadi bagian penting dalam perjuangan mahasiswa. Anak muda jangan meninggalkan sektor pertanian dan ekonomi produktif,” katanya.

Ketua Umum HIKMAHBUDHI Indonesia, Candra Aditya Nugraha, berharap seluruh peserta yang datang dari berbagai provinsi dapat menjadi duta yang memperkenalkan NTB sebagai daerah yang damai, indah, dan menjunjung tinggi toleransi. Ia menegaskan, Kongres XIII HIKMAHBUDHI bukan hanya menjadi forum pergantian kepengurusan, tetapi juga wadah merumuskan arah gerakan organisasi dalam menjawab tantangan kebangsaan.

Mengusung tema “Bakti HIKMAHBUDHI untuk Negeri”, kongres menjadi ajang konsolidasi kader untuk memperkuat peran organisasi dalam melahirkan generasi muda yang berintegritas, menjunjung nilai kebangsaan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pembukaan kongres turut dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI Supriyadi, Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri, Wakapolda NTB, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum NTB, anggota DPRD Provinsi NTB, tokoh agama, organisasi kepemudaan, serta ratusan kader HIKMAHBUDHI dari seluruh Indonesia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.