Konvoi Rombongan Pesilat di Jombang Ricuh: Bentrok Pecah di Sejumlah Titik, 3 Orang Diamankan

oleh -160 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 06 at 6.13.05 PM
Rombongan pesilat saat konvoi di Jombang (ist)

KabarBaik.co, Jombang– Konvoi rombongan pesilat di Jombang, pada Minggu (5/4) sore, berujung ricuh. Bentrokan terjadi di sejumlah titik, mulai dari Kecamatan Tembelang hingga Diwek.

Akibat insiden tersebut, beberapa orang dikabarkan mengalami luka-luka. Polisi juga telah mengamankan tiga orang dan masih memburu pelaku lain yang diduga terlibat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan mulai terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, rombongan pesilat melakukan konvoi di jalur provinsi Jombang–Ploso.

Sepanjang perjalanan, iring-iringan kendaraan yang bergerak ke arah selatan memenuhi badan jalan dan sempat meresahkan pengguna jalan lain. Situasi yang memanas kemudian memicu bentrokan dengan warga.

Bentrokan pertama pecah di Jalan Raya Jombang–Ploso, tepatnya di Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, tak jauh dari exit tol.

Kapolsek Tembelang AKP Fadhilah membenarkan adanya insiden tersebut.

“Di Pesantren sempat bentrok dengan masyarakat setempat,” kata Fadhilah, Senin (6/4).

Menurut dia, bentrokan berlangsung singkat. Sejumlah warga disebut mengalami luka ringan, namun belum ada laporan resmi yang masuk ke polisi.

“Ada korban luka ringan saja informasinya, tapi tidak melapor,” ujarnya.

Setelah insiden di Desa Pesantren, kericuhan bergeser ke Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang. Meski situasi sempat memanas, benturan fisik berhasil dihindari.

Kericuhan juga terjadi di simpang tiga Dusun Pulo Kalimalang, Desa Pulolor, Kecamatan Jombang. Warga menyebut insiden dipicu aksi rombongan pesilat yang menyerang pengendara lain di jalan.

“Sekitar pukul 17.03 WIB, mereka tawuran di pertigaan Kalimalang situ, setelah itu lari,” kata Ahmad, warga Pulolor.

Tak hanya di wilayah kota, bentrokan juga dilaporkan pecah di Kecamatan Diwek, yakni di Desa Jatipelem dan Dusun Mojosongo, Desa Balongbesuk.

Kapolsek Diwek AKP Darul Huda mengatakan dua kejadian itu berlangsung hampir bersamaan.

“Kejadiannya Minggu sore, sekitar pukul 17.00 WIB, dan dua tempat itu hampir bersamaan,” ujar Darul.

Polisi yang sebelumnya sudah bersiaga langsung bergerak membubarkan rombongan tersebut. Dari hasil penyelidikan awal, rombongan pesilat diketahui baru saja mengikuti kegiatan halal bihalal di Kecamatan Kabuh.

Usai acara, mereka konvoi menuju arah Jombang. Kasat Samapta Polres Jombang AKP Arip mengatakan peserta konvoi berasal dari sejumlah daerah, termasuk Kediri dan Nganjuk.

“Mereka habis bubaran dari Kabuh, lalu konvoi pulang. Ada yang dari Kediri dan Nganjuk,” kata Arip.

Untuk mengantisipasi kericuhan meluas, polisi melakukan penyekatan dan patroli di sejumlah jalur yang dianggap rawan.

“Kami lakukan penyekatan dan patroli untuk mencegah meluasnya kerumunan,” ucapnya.

Dari langkah penyekatan tersebut, polisi mengamankan tiga orang di Jalan Raya Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang.

Ketiganya beserta sepeda motor yang digunakan langsung dibawa ke Mapolres Jombang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Ada tiga orang yang diamankan, berikut motornya. Sudah diserahkan ke Reskrim,” tutur Arip.

Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman dan memburu pihak lain yang diduga terlibat dalam aksi ricuh tersebut. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.