Kopi Robusta Blitar Raih Juara 2 di Ajang Indonesia Green Coffee Competition 2026

oleh -114 Dilihat
3846cd2d b43f 4a42 99c8 b1caeffe9617
Petani kopi Kota Blitar. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Blitar – Pelaku kopi asal Kota Blitar yang juga Ketua Asosiasi Kopi Blitar Raya, Founder Rumanekra Berdikari Indonesia (Rumah Ekonomi Kreatif), serta Master Instruktur di LPK Senandung Laras Kopi, Ahrian Festyananda, kembali menorehkan prestasi nasional.

Ia meraih Juara 2 (Gold Winner) kategori Robusta pada ajang Indonesia Green Coffee Competition 2026 dalam rangkaian WE Kopi Kolaborasi Season 6.

Prestasi ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan kopi Robusta Blitar. Sekaligus menegaskan bahwa kopi lokal mampu berdaya saing dan terus berjaya di tengah kompetisi nasional maupun global.

Indonesia Green Coffee Competition 2026 merupakan salah satu ajang seleksi kualitas green bean paling bergengsi di Indonesia. Kompetisi ini mempertemukan nano lot terbaik dari berbagai daerah dengan sistem penilaian berstandar internasional.

Ajang ini dirancang sebagai wadah evaluasi, pembinaan, dan promosi kopi Nusantara melalui proses seleksi yang transparan dan profesional.

Seluruh peserta harus melalui tahapan administrasi yang ketat, mencakup legalitas, asal-usul green bean, varietas, ketinggian lahan, metode pascapanen, serta standar pengemasan sampel.

Dari ratusan pendaftar, hanya 73 peserta yang dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya. Sampel milik Ahrian termasuk dalam jajaran terbaik yang memenuhi seluruh persyaratan mutu dan ketertelusuran.

Setelah lolos seleksi administrasi, seluruh sampel diproses melalui roasting terstandar oleh roaster terpilih dengan sistem blind sample, sehingga identitas peserta tidak diketahui oleh juri.

Proses ini bertujuan menjaga objektivitas, menghindari bias, serta memastikan karakter asli kopi tampil secara maksimal.

Tahap puncak kompetisi dilakukan melalui proses cupping dan judging oleh panel juri internasional dan nasional. Penilaian mengacu pada standar Specialty Coffee Association (SCA) dengan parameter aroma, flavor, acidity, body, balance, sweetness, aftertaste, clean cup, dan overall impression. Setiap sampel diuji dalam beberapa sesi untuk memastikan konsistensi hasil.

Dalam proses ini, kopi Robusta milik Ahrian menunjukkan karakter rasa yang stabil, bersih, dan kompleks, sehingga mampu memperoleh skor tinggi secara konsisten.

Pada kategori Robusta, Ahrian berhasil meraih Juara 2 (Gold Winner) dengan skor 82,80, menggunakan metode proses Honey Anaerobic dari wilayah Selorejo, Blitar, Jawa Timur.

Metode ini menggabungkan fermentasi tertutup tanpa oksigen dengan pengeringan bermucilage sebagian, menghasilkan sweetness alami, body tebal, dan aftertaste panjang.

Keberhasilan ini membuktikan bahwa inovasi pascapanen mampu meningkatkan nilai tambah kopi Robusta lokal dan menjadikannya mampu bersaing dengan daerah penghasil kopi unggulan lainnya di Indonesia.

Penilaian kategori Robusta dilakukan oleh panel juri lintas negara yang dipimpin oleh Johan Kwe sebagai Head Judge, serta didukung oleh juri dari Singapura, Hong Kong, China, Vietnam, Filipina, dan Indonesia. Sistem multi-panel dan cross-check score diterapkan untuk menjaga akurasi, transparansi, dan kredibilitas hasil kompetisi.

Prestasi ini membawa dampak strategis bagi pengembangan kopi Blitar. Selain memperkuat citra daerah sebagai penghasil Robusta berkualitas, capaian ini juga meningkatkan daya tawar petani, membuka akses pasar lebih luas, serta mendorong transfer pengetahuan pascapanen kepada komunitas kopi lokal.

Sebagai Ketua Asosiasi Kopi Blitar Raya, Founder Rumanekra Berdikari Indonesia, dan Master Instruktur LPK Senandung Laras Kopi, Ahrian secara aktif membina petani, prosesor, roaster, dan barista melalui program pendampingan, pelatihan, dan pengembangan kompetensi. Pembinaan tersebut mencakup budidaya berkelanjutan, fermentasi modern, quality control, sensory evaluation, hingga kewirausahaan kopi berbasis ekonomi kreatif.

Melalui pendekatan ini, pengembangan kopi Blitar dilakukan secara sistemik dari hulu hingga hilir, sehingga mampu menciptakan ekosistem kopi yang berdaya, mandiri, dan berkelanjutan.

Menanggapi pencapaiannya, Ahrian menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan bagian dari visi jangka panjang membangun kopi daerah.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir, tetapi pijakan untuk membangun sistem kopi Blitar yang berdaya, mandiri, dan berjaya bersama petani dan pelaku usaha lokal,” ujarnya.

Ke depan, ia berkomitmen mengembangkan pusat pascapanen terpadu, memperluas pendampingan petani, meningkatkan sertifikasi kompetensi, membangun brand kopi daerah, serta memperkuat peran ekonomi kreatif berbasis kopi di tingkat regional maupun nasional.

Keberhasilan Ahrian Festyananda meraih Juara 2 kategori Robusta pada WE Kopi Kolaborasi Season 6 menjadi simbol kebangkitan kopi Robusta Blitar yang semakin berdaya dan berjaya.

Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama daerah, tetapi juga memperkuat posisi kopi lokal sebagai salah satu kekuatan utama industri kopi Indonesia menuju pasar dunia.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.