KabarBaik.co –Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri kembali melangsungkan Mini Lokakarya Stunting tingkat kecamatan. Kali ini, kegiatan berlangsung di Aula Kecamatan Pesantren pada Selasa (19/8), setelah sebelumnya digelar di Kecamatan Mojoroto pada Mei lalu.
Kepala DP3AP2KB Kota Kediri Arief Cholisudin Yuswanto menjelaskan bahwa Program Bangga Kencana menjadi landasan utama dalam upaya pencegahan stunting. Program ini berfokus pada perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, pendidikan anak, serta peningkatan kualitas tumbuh kembang.
“Mini lokakarya kedua di tahun 2025 ini kami tekankan pada pentingnya tes kesehatan sebelum menikah. Tes ini sangat penting untuk mencegah stunting karena dapat mengidentifikasi masalah kesehatan calon pengantin yang bisa berdampak pada kesehatan ibu dan anak,” ungkap Arief.
Menurut Arief, peran kelurahan juga sangat krusial. Kelurahan bersama Tim Penggerak Keluarga (TPK) diminta bersinergi dengan petugas Program Penanganan dan Pencegahan Stunting (P3NK) untuk memastikan calon pengantin telah melakukan tes kesehatan. Nantinya, calon pengantin yang telah menjalani pemeriksaan akan mendapatkan Sertifikat Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) sebagai syarat memperoleh Formulir N1.
Sementara itu, Sekretaris Camat Pesantren mengungkapkan bahwa jumlah kasus stunting di wilayahnya mencapai 1.653 anak sejak Januari hingga Juli 2025. Karena itu, ia menekankan pentingnya peran petugas P3NK sebagai garda terdepan.
“Semoga kegiatan ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Kami berharap upaya Pemkot Kediri dalam menekan angka stunting bisa segera tercapai,” ujarnya.
Turut hadir dalam acara tersebut jajaran perangkat kecamatan, kelurahan, serta perwakilan TPK yang menjadi mitra strategis Pemkot Kediri dalam mempercepat penurunan stunting di tingkat akar rumput. (*)








