KabarBaik.co – Upaya memperkuat kesetaraan gender dan pemenuhan hak anak kembali digaungkan Pemerintah Kota Kediri melalui Webinar Lentera Mapan Seri 3, Senin (20/10). Kegiatan yang digelar secara daring ini mengangkat tema “Mewujudkan Lingkungan Ramah Anak dan Setara Gender: Peran Stakeholder dalam Implementasi Konvensi Hak Anak (KHA) dan Pengarusutamaan Gender (PUG)”.
Acara tersebut diikuti seluruh pegawai Pemkot Kediri, menghadirkan narasumber dari BPSDM Provinsi Jawa Timur, yakni Widyaiswara Ahli Madya sekaligus Fasilitator PUG dan KLA Jawa Timur.
Kepala DP3AP2KB Kota Kediri, dr. Muhammad Fajri Mubasysyir, menegaskan bahwa kesetaraan gender bukan hanya persoalan perempuan, melainkan isu kemanusiaan dan pembangunan. “Dalam masyarakat yang setara, semua memiliki kesempatan yang sama dalam berkontribusi dan mengakses sumber daya pembangunan. Tidak terbatas pada gender, tetapi juga mencakup difabel, lansia, anak, dan kelompok inklusi sosial lainnya,” ujarnya.
Fajri menambahkan, Pemkot Kediri terus berkomitmen mendorong kebijakan dan program yang responsif gender melalui berbagai langkah, seperti perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak, penyediaan fasilitas publik yang ramah gender, hingga peningkatan partisipasi masyarakat.
Ia juga memaparkan capaian Kota Kediri dalam penerapan PUG. Berdasarkan data tahun 2024, Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Kediri mencapai 94,70 persen—lebih tinggi dari rata-rata Jawa Timur sebesar 92,19 persen—dan menempatkan Kota Kediri di peringkat delapan se-Jawa Timur. Sementara itu, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kota Kediri tercatat sebesar 0,12 atau peringkat kedua terendah di Jawa Timur.
“Angka IKG yang semakin kecil menunjukkan ketimpangan gender yang semakin rendah. Ini bukti bahwa kebijakan berbasis kesetaraan sudah berjalan ke arah yang tepat,” jelas Fajri.
Di akhir, Fajri berharap kegiatan ini menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen bersama. “Webinar ini bukan sekadar peningkatan pengetahuan, tapi juga ajang untuk memastikan perspektif gender dan anak benar-benar terintegrasi dalam setiap tugas kedinasan,” pungkasnya.






