Krisis Personel Tak Surutkan Semangat, Damkarmat Nganjuk Tetap Siaga 24 Jam demi Keselamatan Warga

oleh -100 Dilihat
Jajaran personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk mengikuti apel kesiapsiagaan di Mako Damkarmat Nganjuk.
Jajaran personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk mengikuti apel kesiapsiagaan di Mako Damkarmat Nganjuk.

KabarBaik.co, Nganjuk — Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) tak melumpuhkan komitmen Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk.

Meski harus membagi tenaga ekstra di tengah minimnya jumlah anggota, seluruh personel dipastikan tetap bersiaga penuh 24 jam nonstop untuk merespons berbagai ancaman bahaya yang menimpa warga.

“Mako itu ada tiga shift, shift 1, shift 2, dan shift 3. Aplosan. Mereka bergantian dengan sistem 12 jam dan tidak boleh kosong. Jadi harus selalu siaga 24 jam,” tegas Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Nganjuk, Imam Azhari, Senin (24/8), usai memimpin apel kesiapsiagaan di Markas Komando (Mako) Damkarmat Nganjuk.

Demi mempercepat jangkauan pelayanan di area yang luas, Damkarmat Nganjuk menyiagakan pos bantu sektor di titik strategis seperti Tanjunganom, Lengkong, Rejoso, hingga Pace.

Kendati demikian, ketimpangan jumlah personel di Mako utama maupun pos sektor masih menjadi ganjalan nyata dalam mengoptimalkan respons penanganan darurat.

“Di sini (Mako) kondisinya enam-enam, jadi sangat terbatas. Mau tidak mau tetap harus ada yang jaga 24 jam,” jelas Imam Ashari.

Kondisi serba terbatas paling dirasakan di Pos Sektor Pace, di mana operasionalnya terpaksa mengikuti jam kerja kantor kecamatan.

Beban kerja para petugas pun kian berat karena harus merangkap dua peran sekaligus, mulai dari penjinakan si jago merah hingga evakuasi satwa liar yang mengancam pemukiman.

“Seharusnya pemadaman dan penyelamatan itu berbeda. Tapi karena keterbatasan, orangnya itu-itu juga. Jadi kalau ada kejadian bersamaan, kami harus menentukan mana yang lebih dulu ditangani,” ungkapnya prihatin.

Walau instansi ini memiliki pembagian bidang pencegahan dan penanganan secara resmi, penumpukan laporan darurat yang datang bersamaan kerap membuat tim lapangan kelabakan.

Namun, prinsip pengabdian pantang surut terus dipegang teguh oleh para petugas di tengah beragam keterbatasan fasilitas dan armada pendukung.

“Mulai dari desa sampai ke Mako, semua masih kekurangan orang. Ini yang menjadi tantangan utama kami. Tapi kita tetap semangat dan siaga 24 jam dengan semboyan pantang pulang sebelum api padam,” pungkas Imam menegaskan dedikasi jajarannya.

Pihak dinas berharap adanya penambahan alokasi personel secara signifikan dalam waktu dekat agar cakupan perlindungan dan penyelamatan masyarakat di seluruh penjuru Nganjuk dapat berjalan semakin merata dan maksimal.

“Kami berharap dukungan penambahan personel ini dapat segera terealisasi agar pelayanan penyelamatan dan pemadaman di Kabupaten Nganjuk bisa semakin cepat dan merata,” tambah Imam memungkasi keterangannya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.