KabarBaik.co, Mataram – Keputusan cepat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menggerakkan Tim Solidaritas KR-BNN NTB menjadi salah satu pelajaran penting dari penanganan gempa M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hanya dalam waktu 24 jam sejak rapat digelar di Pendopo Gubernur NTB, tim yang terdiri dari tenaga kesehatan, BPBD, Dinas Sosial, unsur transportasi, relawan dan berbagai pihak lainnya disiapkan untuk diberangkatkan ke wilayah terdampak.
Bantuan yang dikonsolidasikan meliputi tenaga medis, obat-obatan, makanan, tenda, perlengkapan kesehatan, ambulans, kendaraan operasional hingga peralatan pendukung. Keputusan tersebut tidak terlepas dari pengalaman NTB menghadapi gempa Lombok 2018.
Saat itu, bantuan datang dari berbagai daerah untuk membantu masyarakat NTB. Pengalaman tersebut menjadi dorongan bagi Pemprov NTB untuk bergerak ketika NTT menghadapi bencana. “NTB pernah berada dalam situasi yang sama,” demikian pesan yang disampaikan dalam siaran pers Pemprov NTB, Selasa (25/8).
Tim kemudian bergerak dari Mataram menuju Sape, Bima, sebelum menyeberang ke Labuan Bajo. Setibanya di NTT, tenaga kesehatan, dapur umum dan tim pendukung langsung menjalankan pelayanan serta menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
Gubernur NTB juga menyusul langsung ke NTT. Bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Gubernur Bali I Wayan Koster, Iqbal memperkuat koordinasi penanganan bencana dalam kerangka Kerja Sama Regional Bali-NTB-NTT (KR-BNN).
Di Manggarai Timur, Iqbal mengunjungi sejumlah titik pengungsian dan mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Ia juga memilih menginap di posko utama Tim Solidaritas NTB di Dusun Dampe setelah mengikuti evaluasi bersama tim hingga lewat tengah malam.
Bagi Pemprov NTB, respons terhadap gempa NTT bukan hanya bentuk solidaritas antardaerah, tetapi juga pembelajaran bahwa kecepatan keputusan, kesiapan sumber daya dan kolaborasi menjadi faktor penting dalam penanganan bencana.
“Ketika persaudaraan bergerak, jarak antarpulau terasa begitu dekat,” demikian pesan yang tergambar dari perjalanan solidaritas NTB ke NTT. (*)







