Lamongan Jadi Lumbung Sapi Jatim, Stok Hewan Kurban Idul Adha 2026 Dipastikan Aman

oleh -142 Dilihat
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau hewan kurban.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau hewan kurban.

KabarBaik.co, Lamongan – Kabupaten Lamongan kembali disebut sebagai daerah dengan ketersediaan sapi terbesar di Jawa Timur menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau kesiapan hewan kurban di Peternakan Suparto, Kecamatan Kedungpring, Minggu (24/5).

Didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Khofifah menyebut ketersediaan ternak di Lamongan menjadi penopang penting kebutuhan hewan kurban di Jawa Timur.

“Lamongan adalah daerah dengan ketersediaan sapi yang besar sehingga kondisi ini aman dan sehat, dan ini harus disampaikan kepada publik,” ujar Khofifah.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu mengungkapkan, populasi sapi di Lamongan saat ini mencapai 108.792 ekor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.983 ekor disiapkan untuk kebutuhan kurban tahun 2026.

Jumlah itu dinilai lebih dari cukup dibanding proyeksi kebutuhan hewan kurban yang diperkirakan sekitar 6.500 ekor.

“Lamongan masih menjadi salah satu daerah dengan ketersediaan sapi terbesar di Jawa Timur. Insyaallah kebutuhan hewan kurban aman dan tercukupi,” kata Pak Yes.

Tak hanya sapi, Lamongan juga memiliki populasi kambing sebanyak 101.496 ekor dengan ketersediaan kurban mencapai 23.000 ekor. Angka itu melampaui estimasi kebutuhan sebanyak 20.000 ekor.

Sementara itu, populasi domba tercatat mencapai 91.571 ekor dengan ketersediaan hewan kurban sebanyak 18.000 ekor, jauh di atas proyeksi kebutuhan 10.000 ekor.

Untuk memastikan kesehatan hewan kurban tetap terjaga, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan terus melakukan pengawasan intensif.

Langkah yang dilakukan antara lain pemeriksaan kesehatan hewan di kandang peternak, lapak penjualan, hingga pasar hewan. Pemkab juga memperketat pemantauan lalu lintas ternak agar seluruh hewan yang diperdagangkan dalam kondisi sehat dan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) maupun Surat Veteriner (SV).

Selain itu, vaksinasi rutin terhadap ternak juga terus digencarkan sebagai langkah antisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Kami juga melakukan desinfeksi area pasar hewan dan sosialisasi kepada peternak terkait pencegahan serta pengendalian penyakit hewan,” ujar Pak Yes.

Di sisi lain, tingginya penjualan hewan kurban disebut menjadi indikator membaiknya daya beli masyarakat.

Menurut Khofifah, potensi penjualan masih akan terus meningkat menjelang Hari Raya Idul Adha.

“Ini masih tanggal 7 Dzulhijah, jadi potensi penjualan masih terus ada,” katanya.

Salah satu peternak di Kedungpring, Suparto, mengaku telah menyiapkan sekitar 300 ekor sapi untuk musim kurban tahun ini. Sekitar 70 persen di antaranya telah terjual ke berbagai daerah seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, hingga luar Pulau Jawa.

Ia juga mengaku terbantu dengan berbagai program pemerintah, mulai dari vaksinasi gratis, bantuan bibit penggemukan, hingga dukungan pemasaran yang membuat penjualannya mampu menjangkau Palangkaraya.

“Memang ada peningkatan biaya produksi, tapi harga jual juga meningkat. Kami sangat terbantu dengan vaksin gratis dari pemerintah,” ujar Suparto.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.