KabarBaik co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menyimpan jejak sejarah penting dalam perjalanan bangsa. Salah satu saksi bisu sejarah tersebut adalah Kamar 2 yang pernah menjadi tempat penahanan ulama besar dan pahlawan nasional, KH Hasyim Asy’ari oleh tentara Jepang pada tahun 1943.
Kalapas Mojokerto, Rudi Kristiawan menjelaskan sejarah panjang kamar tersebut kepada jajaran pegawai dan tamu yang berkunjung. Ia menuturkan bahwa K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), ditangkap dan dipenjara oleh Jepang karena menolak ritual penghormatan terhadap Kaisar Hirohito dan ketaatan kepada Dewa Matahari (Seikerei).
“Kamar 2 ini bukan sekadar ruang tahanan, tetapi memiliki nilai sejarah yang sangat besar. Di sini, K.H. Hasyim Asy’ari mengalami berbagai tekanan fisik dan mental, namun tetap teguh dalam memperjuangkan ajaran Islam dan mempertahankan semangat perjuangan melawan penjajah,” ujar Rudi Kristiawan pada Sabtu (22/3).
Rudi Kristiawan menambahkan, pihaknya ingin mengingatkan bahwa sejarah ini bukan hanya milik Mojokerto, tetapi juga bagian dari sejarah perjuangan bangsa.
“Semangat perjuangan K.H. Hasyim Asy’ari menjadi inspirasi bagi semua orang untuk tetap teguh dalam prinsip dan nilai kebaikan,” tandasnya.
Lapas Mojokerto terus berupaya melestarikan nilai-nilai sejarah ini, agar generasi mendatang dapat memahami betapa pentingnya peran para ulama dan pejuang bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.(*)






