Lapas Mojokerto Simpan Jejak Sejarah Kamar Tahanan KH Hasyim Asy’ari, Bukti Perjuangan Bangsa

oleh -74 Dilihat
IMG 20250322 WA0009
Kalapas Mojokerto, Rudi Kristiawan saat diwawancarai oleh wartawan (Foto Ist)

KabarBaik co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menyimpan jejak sejarah penting dalam perjalanan bangsa. Salah satu saksi bisu sejarah tersebut adalah Kamar 2 yang pernah menjadi tempat penahanan ulama besar dan pahlawan nasional, KH Hasyim Asy’ari oleh tentara Jepang pada tahun 1943.

Kalapas Mojokerto, Rudi Kristiawan menjelaskan sejarah panjang kamar tersebut kepada jajaran pegawai dan tamu yang berkunjung. Ia menuturkan bahwa K.H. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), ditangkap dan dipenjara oleh Jepang karena menolak ritual penghormatan terhadap Kaisar Hirohito dan ketaatan kepada Dewa Matahari (Seikerei).

“Kamar 2 ini bukan sekadar ruang tahanan, tetapi memiliki nilai sejarah yang sangat besar. Di sini, K.H. Hasyim Asy’ari mengalami berbagai tekanan fisik dan mental, namun tetap teguh dalam memperjuangkan ajaran Islam dan mempertahankan semangat perjuangan melawan penjajah,” ujar Rudi Kristiawan pada Sabtu (22/3).

Rudi Kristiawan menambahkan, pihaknya ingin mengingatkan bahwa sejarah ini bukan hanya milik Mojokerto, tetapi juga bagian dari sejarah perjuangan bangsa.

“Semangat perjuangan K.H. Hasyim Asy’ari menjadi inspirasi bagi semua orang untuk tetap teguh dalam prinsip dan nilai kebaikan,” tandasnya.

Lapas Mojokerto terus berupaya melestarikan nilai-nilai sejarah ini, agar generasi mendatang dapat memahami betapa pentingnya peran para ulama dan pejuang bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.