KabarBaik .co – Suasana semarak dan penuh warna menghiasi Jalan Buya Hamka, Kecamatan Jombang dengan digelarnya Festival Pecinan 2025. Ini menjadi wujud nyata keragaman dan pluralisme di Kabupaten Jombang bertepatan dengan semaraknya pasar takjil Ramadan.
Festival ini menyajikan beragam pertunjukan seni, budaya, kuliner, edukasi, dan perlombaan yang menarik. Pembukaan acara dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk perwakilan Bupati Jombang, Asisten 1 Purwanto, Kadispora Bambang, Kadis Perkim Agung, komunitas Tionghoa Kabupaten Jombang, dan tokoh agama.
Sepanjang jalan, gapura khas pecinan dan lampion merah sepanjang 1 kilometer menciptakan suasana meriah. Lapak-lapak UMKM juga turut memeriahkan acara dengan menawarkan berbagai kuliner dan produk menarik.
Heri Soesanto, Ketua Panitia Festival Pecinan, menjelaskan bahwa acara ini berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 23.00 WIB, menyajikan pertunjukan seni dan budaya yang memukau.
“Salah satu daya tarik utama adalah Parade Barongsai dan Wayang Potehi, yang menampilkan keindahan tradisi Tionghoa yang telah lama berakar di Jombang,” ujar Heri kepada wartawan pada Sabtu (22/3).
Pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan Mandaru Flash Mob, seni bela diri Taichi, Lomba Karaoke Mandarin, Wushu, tarian tradisional Tionghoa, dan pentas seni budaya lainnya.
Selain itu, festival ini juga memiliki sisi religi dan historis dengan agenda ziarah ke makam Gus Dur, tokoh yang dikenal sebagai simbol pluralisme di Indonesia. Bazar kuliner Ramadan dan talkshow bersama peneliti budaya Tionghoa, Novi Basuki, menambah daya tarik acara ini.
Festival Kampung Pecinan Jombang 2025 diharapkan menjadi wadah untuk memperkenalkan, melestarikan, dan merayakan keberagaman budaya di Jombang.
“Kami mengundang masyarakat untuk turut serta dalam kemeriahan ini dan merasakan langsung pengalaman budaya yang kaya dan penuh warna,” pungkas Heri.(*)






