Lawan Ancaman Banjir, Sinergisitas Warga dan BPBD Bersihkan Sungai Petak Nganjuk

oleh -125 Dilihat
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Nganjuk melakukan pembersihan rumpun bambu di Desa Petak Bagor (ist)
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Nganjuk melakukan pembersihan rumpun bambu di Desa Petak Bagor (ist)

KabarBaik.co Nganjuk – Sebagai upaya mitigasi bencana banjir dan menjaga kelancaran aliran sungai, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung kegiatan kerja bakti di Desa Petak, Kecamatan Bagor. Kegiatan ini berfokus pada pembersihan rumpun bambu yang roboh, melibatkan berbagai unsur dari pemerintah hingga masyarakat.

Rumpun bambu yang melintang ke badan sungai tersebut dievakuasi secara gotong royong oleh unsur gabungan.

“Kegiatan ini melibatkan masyarakat setempat dan Perangkat Desa Petak, Personel TNI, Dinas PU Pengairan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Nganjuk,” ungkap Sutomo Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Nganjuk, Senin (6/4).

Kalaksa turun langsung ke lokasi untuk memantau jalannya evakuasi. Ia menegaskan bahwa bantuan logistik yang dikirimkan merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah agar para relawan dan petugas di lapangan dapat bekerja dengan optimal.

“Bantuan ini adalah bentuk respon cepat pemerintah. Semoga dengan adanya kegiatan kerja bhakti ini, proses pembersihan bisa berjalan dengan lancar dan semua personil diberikan keselamatan,” ujar Sutomo.

Mengingat kondisi cuaca yang dinamis, BPBD Kabupaten Nganjuk juga mengeluarkan sejumlah poin penting bagi warga guna meminimalisir risiko bencana di sekitar aliran sungai.

“Imbauan ini menjadi panduan penting bagi masyarakat, terutama menjelang musim penghujan.” Jelasnya

Poin-poin penting tersebut antara lain, Waspada Cuaca Buruk, di mana warga diimbau untuk segera menghentikan seluruh aktivitas di sekitar sungai apabila cuaca mulai memburuk atau turun hujan lebat.

“Selain itu, dilarang keras membuang sampah ke sungai karena dapat menyumbat aliran air dan memicu luapan air, sebuah praktik yang kerap menjadi penyebab utama banjir.” Tandasnya

“BPBD juga menekankan pentingnya Budaya Gotong Royong. Masyarakat diimbau untuk rutin melakukan pengecekan lingkungan dan mengadakan kerja bhakti secara berkala di sekitar tempat tinggal masing-masing,” tambah Sutomo, mengingatkan akan peran aktif masyarakat.

Pembersihan rumpun bambu diharapkan dapat mengembalikan fungsi aliran sungai secara normal sehingga risiko air meluap ke pemukiman warga dapat ditekan. Kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat Desa Petak, dengan dukungan dari berbagai pihak, menjadi kunci utama dalam menjaga desa mereka tetap aman dari ancaman banjir.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.