KabarBaik.co, Jombang – Nasib nahas dialami Heru Suprapto, 41, warga Dusun/Desa Plosogeneng, Kecamatan/ Kabupaten Jombang. Ia menjadi korban dugaan pengeroyokan saat berupaya melerai keributan yang melibatkan rombongan konvoi di wilayah Desa Plosogeneng.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (16/8) sekitar pukul 00.30 WIB. Akibat kejadian tersebut, Heru mengalami pendarahan di otak hingga harus menjalani operasi kepala.
Kini, Heru masih menjalani perawatan intensif di RSUD Jombang. Kondisinya belum stabil dan belum dapat berkomunikasi secara normal.
Istri Heru, Nurul Qomariyah, mengatakan suaminya sebelumnya sedang mengikuti kegiatan kumpulan RT untuk membahas persiapan acara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Saat itu, Heru bersama sejumlah warga dan pengurus RT.
Situasi berubah setelah warga mendengar keributan dari arah perempatan Desa Plosokerep. Sejumlah warga kemudian keluar untuk melihat kondisi tersebut.
“Suami saya pulang kerja, posisinya di kumpulan RT acara 17 Agustus. Waktu itu sama warga banyak, sama kakak saya RT juga,” ujar Nurul saat ditemui di RSUD Jombang, Jumat (21/8).
Warga kemudian mengetahui adanya rombongan yang melakukan konvoi. Mereka berusaha mencegah rombongan tersebut masuk ke lingkungan permukiman.
Menurut Nurul, Heru sebenarnya tidak mengetahui persoalan yang terjadi sebelumnya. Namun, saat melihat keributan, Heru berusaha membantu warga melerai.
“Di situ warga mencegah supaya tidak masuk kampung. Ternyata suami saya malah ke massa itu tadi,” katanya.
Bukannya berhasil melerai, Heru justru diduga menjadi sasaran pengeroyokan.
“Suami saya malah ada yang seperti menyerang dari belakang, ditendang, dikeroyok, diseret-seret,” ungkap Nurul.
Nurul menyebut rombongan tersebut berjumlah puluhan orang. Informasi yang diterimanya, rombongan itu juga sempat masuk ke gang-gang kecil di sekitar permukiman.
“Tujuannya warga supaya tidak masuk kampung. Informasinya anak-anak yang konvoi tersebut sampai masuk gang-gang kecil juga,” ujarnya.
Selain Heru, Nurul menyebut terdapat tiga warga lain yang turut menjadi korban dalam kejadian tersebut.
Salah satu korban disebut mengalami luka setelah kepalanya dihantam menggunakan paving block. Korban tersebut kini sudah diperbolehkan pulang.
Sementara kondisi Heru masih membutuhkan penanganan serius. Ia mengalami pendarahan di otak dan baru menjalani operasi pada bagian kepala.
“Ya seperti ini kondisinya. Ada pendarahan di otak, kepala baru selesai dioperasi,” kata Nurul.
Terkait proses hukum, keluarga saat ini masih fokus mendampingi Heru menjalani perawatan. Namun, Nurul mengetahui bahwa laporan mengenai kejadian tersebut telah disampaikan kepada polisi dan Heru juga sudah menjalani visum.
“Kalau keluarga pribadi tidak tahu mengenai perkembangan kasusnya, karena harus merawat suami saya. Cuma setahu saya, sudah ada yang melaporkan ke pihak kepolisian. Sudah melaporkan semuanya. Suami saya juga sudah divisum,” jelasnya.
Untuk biaya pengobatan, Heru menjalani perawatan menggunakan BPJS. Pemerintah desa juga disebut turut membantu keluarga selama proses perawatan.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan mengatakan polisi tengah melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap sejumlah kejadian yang terjadi di wilayah Jombang dalam beberapa hari terakhir, termasuk kasus yang menimpa warga Desa Plosogeneng.
“Ada juga warga Jombang yang menjadi korban di Plosogeneng, Kecamatan Jombang, sama yang di Kecamatan Gudo. Ini kita proses juga,” ujar Ardi.
Ia memastikan setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Apabila ada warga melapor, kita akan proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku guna memberikan kepastian hukum dan memberikan keadilan kepada korban,” katanya.
Polisi masih mendalami rangkaian kejadian yang melibatkan rombongan konvoi tersebut. Penyidik juga berupaya mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas dugaan pengeroyokan.
Keluarga berharap kasus tersebut segera terungkap dan para pelaku yang terbukti terlibat dapat diproses sesuai hukum.







