KabarBaik.co, Surabaya– Trofi Piala Presiden 2026 telah menjadi milik Persebaya Surabaya. Namun, perjalanan menuju podium juara tidak hanya ditentukan satu atau dua pemain. Di balik lima kemenangan dari lima pertandingan, terdapat sejumlah penggawa yang menjadi penyangga utama keseimbangan tim asuhan Bernardo Tavares itu.
Lima nama tercatat tampil sebagai pemain dengan menit bermain terbanyak sepanjang turnamen. Yakni, Risto Mitrevski, Jefferson Silva, Miguel Pereira, Yuran Fernandes, dan Francisco Rivera menjadi gambaran awal tentang kerangka utama Green Force yang diproyeksikan menatap kompetisi Super League 2026/2027.
Persebaya memastikan gelar Piala Presiden 2026 setelah melewati drama panjang kontra jawara Super League Persib Bandung di partai puncak. Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (6/8), Bajul Ijo menang 6-5 melalui adu penalti setelah pertandingan harus ditentukan dari titik putih.
Gelar tersebut terasa semakin istimewa. Sebab, Persebaya menyapu bersih seluruh pertandingan. Sebelum menundukkan Persib, Francisco Rivera dan kawan-kawan mengalahkan Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Port FC pada fase grup, kemudian menyingkirkan Arema FC pada semifinal.
Lima laga, lima kemenangan. Namun, catatan tersebut juga memperlihatkan bagaimana Coach Tavares mengelola skuad di tengah jadwal padat dan waktu pemulihan yang terbatas.
Risto Mitrevski Pemain dengan Menit Bermain Teringgi
Bek asal Makedonia Utara tersebut mencatatkan 489 menit dari lima pertandingan. Konsistensinya di jantung pertahanan membuat Risto menjadi salah satu fondasi penting permainan Persebaya sepanjang turnamen.
Ketenangan membaca permainan, kemampuan memenangkan duel, hingga komunikasi dengan pemain di sekitarnya membuat Risto terus mendapat kepercayaan.
“Risto memberikan stabilitas di lini belakang. Dia konsisten dan mampu menjaga level permainannya di setiap pertandingan,” ujar Kepala Analis Persebaya, Jose Filipe Carvalho, dilansir dari laman resmi Persebaya.
BACA JUGA: El Capitan de Surabaya: Jejak Sunyi Sang MVP Piala Presiden 2026
Di belakang Risto terdapat Jefferson Silva dengan 459 menit bermain. Bek asal Brasil tersebut menjadi pilihan utama di sisi kiri pertahanan. Perannya bukan sekadar menjaga area defensif, tetapi juga membantu Persebaya ketika membangun serangan dari sektor sayap.
“Jefferson memiliki karakter yang kami butuhkan. Dia disiplin dalam bertahan dan juga bisa membantu tim ketika membangun serangan,” jelas Jose.
Sementara itu, Miguel Pereira menempati urutan ketiga dengan 453 menit. Winger asal Portugal tersebut memberikan dimensi berbeda dalam permainan Persebaya melalui kecepatan, kemampuan duel satu lawan satu, dan keberanian membawa bola ke area pertahanan lawan.
Miguel juga menjadi salah satu pemain yang membantu menjaga lebar permainan Bajul Ijo. Mobilitasnya membuat Persebaya memiliki lebih banyak opsi ketika membongkar pertahanan lawan.
“ Miguel memberikan energi dan intensitas yang bagus. Dia bisa menciptakan situasi berbahaya dari sisi sayap dan membantu tim dalam fase menyerang maupun bertahan,” kata Jose.
Di posisi keempat terdapat Yuran Fernandes dengan 434 menit. Berduet dengan Risto di jantung pertahanan, bek asal Tanjung Verde tersebut memberikan kekuatan fisik yang menjadi salah satu karakter permainan Persebaya.
BACA JUGA: Ketika Knicks Juara, Justru Teringat Surabaya
Yuran juga membuktikan bahwa kontribusinya tidak berhenti pada tugas bertahan. Ia mencetak dua gol sepanjang Piala Presiden 2026, termasuk gol sundulan yang menjadi penentu kemenangan Persebaya 1-0 atas Arema FC pada semifinal.
“Yuran memberikan kekuatan dalam duel dan bola mati. Dia juga menunjukkan bahwa kontribusinya tidak hanya ketika bertahan, tetapi bisa membantu tim mencetak gol,” ujar Jose.
Nama terakhir sekaligus pemain yang menyempurnakan lima besar adalah Francisco Rivera. Gelandang asal Meksiko itu mencatatkan 398 menit bermain.
Jika empat nama sebelumnya lebih banyak menopang struktur pertahanan dan keseimbangan permainan, Rivera memiliki peran berbeda. Ia menjadi salah satu penghubung utama permainan Persebaya di lini tengah.
Visi bermain, kualitas umpan, kemampuan menemukan ruang, hingga kapasitas mengontrol tempo membuat Rivera menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam perjalanan Bajul Ijo meraih trofi.
Pengaruh tersebut akhirnya mendapatkan pengakuan individu. Rivera dinobatkan sebagai pemain terbaik (MVP) Piala Presiden 2026.
“Rivera memiliki kualitas untuk mengubah permainan. Dia bisa memberikan umpan terakhir, mengontrol tempo, dan menciptakan peluang. Penghargaan pemain terbaik menjadi bukti dari kontribusinya,” kata Jose.
Modal Menuju Musim Centenary
Piala Presiden 2026 kini memang sudah menjadi bagian dari sejarah. Namun bagi Persebaya, trofi tersebut bisa menjadi lebih dari sekadar gelar pembuka musim.
Kick-off Super League 2026/2027 dijadwalkan berlangsung pada 4 September 2026. Artinya, Bajul Ijo memiliki waktu kurang dari sebulan untuk menjaga momentum sekaligus melakukan penyempurnaan sebelum menghadapi kompetisi yang jauh lebih panjang dan menuntut konsistensi.
Apalagi, musim mendatang memiliki makna khusus bagi Persebaya. Klub kebanggaan warga Surabaya tersebut akan memasuki momentum satu abad perjalanan klub.
Karena itu, ekspektasi terhadap Bajul Ijo dipastikan semakin besar.
Gelar Piala Presiden memberikan modal psikologis sekaligus bukti bahwa skuad racikan Tavares memiliki fondasi yang cukup menjanjikan. Lima pemain dengan menit bermain terbanyak juga memperlihatkan kerangka penting yang dapat menjadi tulang punggung tim untuk menghadapi musim baru.
Namun, perjalanan menuju akhir musim pada Juni 2027 tentu berbeda dengan turnamen pramusim. Kompetisi liga menuntut kedalaman skuad, konsistensi performa, kemampuan menjaga kebugaran, hingga kesiapan menghadapi berbagai faktor nonteknis.
Dengan Risto, Jefferson, Miguel, Yuran, dan Rivera sebagai lima pemain dengan menit bermain terbanyak di Piala Presiden, setidaknya Tavares sudah memiliki sejumlah fondasi yang teruji dalam situasi kompetitif.
Kini tantangannya adalah bagaimana fondasi tersebut dikembangkan menjadi tim yang mampu bertahan dalam persaingan panjang. Sebab, jika Piala Presiden adalah awal yang manis, maka Super League 2026/2027 akan menjadi ujian sesungguhnya.
Dan, di musim yang bertepatan dengan 100 tahun Persebaya, tentu satu hadiah yang paling ingin diberikan Green Force kepada Surabaya bukan sekadar perjalanan yang menjanjikan, melainkan trofi juara yang telah lama dinantikan. Wani! (*)







