Longsor di Tepi Bengawan Solo, Tujuh Rumah Warga Desa Sarirejo Bojonegoro Terdampak

oleh -149 Dilihat
IMG 20260128 WA0007
Petugas BPBD melakukan asesmen di lokasi longsor. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Akibat naik turunnya debit air sungai Bengawan Solo, menjadikan tanah longsor di bibir sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya di Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, Bojonegoro, yang mengakibatkan sebanyak tujuh rumah warga terdampak longsor.

Ketujuh rumah warga tersebut terdapat di Dukuh Karangwaru RT 12 RW 03, Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, Bojonegoro. Longsoran terjadi di tepi sungai Bengawan Solo dan berdampak pada sedikitnya tujuh rumah warga.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro, Agus Purnomo, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh kondisi debit air Bengawan Solo yang naik turun dalam beberapa waktu terakhir. Hal itu menjadikan erosi pada tebing sungai terpanjang di pulau Jawa tersebut.

“Berdasarkan informasi dari pemerintah desa setempat, longsoran terjadi akibat gerusan air Bengawan Solo. Dampaknya cukup serius karena beberapa rumah warga kini berada sangat dekat bahkan tepat di bibir sungai,” ujar Agus Purnomo, Rabu (26/1).

Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel BPBD Bojonegoro langsung mendatangi lokasi untuk melakukan assessment dan pendataan dampak. Selain itu, BPBD juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada warga terdampak.

Dari hasil assessment, tujuh rumah diketahui terdampak longsor dengan kondisi jarak bangunan ke tepi sungai berkisar antara 0 hingga 3,5 meter. Beberapa warga terpaksa harus mengungsi karena kondisi rumah yang dinilai rawan.

“Untuk sementara, dua warga sudah pindah ke lokasi yang lebih aman, yakni Bapak Rasmadi yang pindah ke lahan miliknya sendiri dan Bapak Sudirman yang mengungsi ke sekitar Balai Desa Sarirejo. Sementara warga lainnya masih bertahan di rumah masing-masing dengan tetap kami imbau untuk waspada,” jelas Agus.

BPBD Bojonegoro juga telah menyarankan pihak Pemerintah Desa Sarirejo untuk segera membuat surat laporan resmi kepada Bupati Bojonegoro dengan tembusan ke BPBD, Dinas PU Sumber Daya Air, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna penanganan lebih lanjut.

“Kami mengimbau warga yang tinggal di sekitar bantaran Bengawan Solo agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat debit air sungai mengalami kenaikan,” pungkas Agus Purnomo. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.