Mahasiswa di Gondanglegi Kabupaten Malang Tewas Ditusuk, Pelaku Menyerahkan Diri ke Polisi

oleh -45 Dilihat
WhatsApp Image 2025 05 19 at 10.57.27
Pelaku penusukan yang diamankan Polres Malang. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co – Seorang mahasiswa bernama Ahmad Husaini (25) tewas mengenaskan usai ditusuk sebanyak 11 kali oleh temannya sendiri, Muhammad Fikri, 26. Peristiwa itu terjadi saat keduanya sedang nongkrong di kafe sekaligus tempat pencucian mobil di Jalan Raya Bureng, Desa Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jumat (16/5) malam.

Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar mengatakan, peristiwa berdarah itu bermula ketika korban dan pelaku terlibat cekcok mulut saat sedang minum-minuman keras. Perselisihan makin memanas setelah korban disebut menyerobot kamar mandi dan memukul pelaku terlebih dahulu.

“Korban dan pelaku sempat adu mulut yang berujung perkelahian. Pelaku lalu mengeluarkan pisau dan menusuk korban,” kata Bambang, Senin (19/5). Tanpa ampun pelaku menusukkan pisau sepanjang 30 cm ke tubuh korban sebanyak 11 kali. Korban mengalami luka parah di bagian leher, kepala, punggung, lengan, pundak, hingga paha.

Korban tewas di lokasi kejadian dalam kondisi tengkurap bersimbah darah. “Polisi yang menerima laporan langsung mengamankan lokasi kejadian dan menghubungi Tim Inafis serta Unit Reskrim untuk melakukan olah TKP dan mengidentifikasi jenazah,” jelas Bambang.

Jenazah Ahmad Husaini kemudian dievakuasi ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk proses visum. Sementara itu, pelaku sempat melarikan diri ke rumahnya sebelum akhirnya menyerahkan diri ke Mapolsek Gondanglegi pada Sabtu (17/5) pagi.

“Pelaku kami amankan bersama barang bukti berupa pisau yang digunakan untuk menusuk korban. Saat ini pelaku ditahan di Rutan Polres Malang,” kata Bambang.

Muhammad Fikri dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan atau pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Polisi masih mendalami motif lengkap kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi. “Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari konsumsi minuman keras karena dapat memicu tindakan kekerasan,” tandas Bambang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.