KabarBaik.co – Aksi protes mahasiswa di Sidoarjo terus berlanjut. Setelah HMI dan IMM, giliran PMII Sidoarjo menggelar demon di halaman Polresta Sidoarjo.
Dalam unjuk rasa itu, massa mahasiswa memilih berdiri di bawah teriknya matahari sambil berorasi. Mereka bahkan mengajak pejabat yang hadir ikut berpanas-panasan agar merasakan apa yang dialami rakyat.
Ketua PMII Sidoarjo Putri Maulidina menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas atas meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojek online asal Jakarta yang tewas dalam demonstrasi di ibu kota.
“Tragedi ini menjadi bukti nyata lemahnya perlindungan negara terhadap rakyat kecil. Kami menuntut evaluasi serius terhadap prosedur aparat dalam mengamankan aksi,” ujarnya.
PMII membawa tujuh tuntutan, antara lain pengusutan tuntas kasus Affan, reformasi Polri, pengesahan RUU Perampasan Aset, reformasi perpajakan, hingga perhatian lebih bagi kesejahteraan guru.
Aksi damai itu diakhiri dengan doa bersama. Sebelum bubar, mahasiswa, Forkopimda, dan pejabat kepolisian duduk melingkar di halaman Polresta sambil berdoa untuk keamanan Sidoarjo dan Indonesia.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing menyampaikan belasungkawa dan menegaskan Polri berkomitmen menangani kasus ini secara transparan. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi isu liar.
Sementara Bupati Sidoarjo Subandi mengapresiasi aksi damai mahasiswa. “Saya bangga karena berjalan tertib. Kita harus menjaga Sidoarjo agar tidak ditunggangi pihak yang ingin membuat gaduh,” katanya.
Diketahui, Affan Kurniawan (21) meninggal pada 28 Agustus 2025 di Jakarta setelah terlindas kendaraan taktis Brimob. Peristiwa itu memicu gelombang solidaritas mahasiswa di berbagai daerah, termasuk Sidoarjo.(*)







