Mahasiswa Ubaya Ciptakan Rasaya, Sistem Pintar Deteksi Dini Kesehatan Mental Siswa

oleh -125 Dilihat
Chavel Aiko Ratu, mahasiswa tugas akhir Program Studi Teknik Informatika Fakultas saat menjelaskan inovasi ciptaannya.
Chavel Aiko Ratu, mahasiswa tugas akhir Program Studi Teknik Informatika Fakultas saat menjelaskan inovasi ciptaannya.

KabarBaik.co, Surabaya — Kepedulian terhadap kesehatan mental pelajar mendorong Chavel Aiko Ratu, mahasiswa tugas akhir Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Surabaya (FT Ubaya), menciptakan inovasi berbasis teknologi bernama Rasaya. Sistem informasi ini dirancang untuk membantu sekolah dalam memantau dan menangani kondisi psikologis siswa secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Rasaya merupakan sistem berbasis peran yang dapat diakses oleh admin sekolah, guru dan wali kelas, serta siswa. Platform ini tersedia dalam bentuk laman web yang dapat diakses melalui komputer maupun aplikasi pada ponsel pintar, sehingga memudahkan pengguna dalam menginput dan memantau data secara fleksibel.

Melalui sistem ini, data yang dihimpun akan diolah untuk menghasilkan kesimpulan serta tren kesehatan mental siswa. Informasi tersebut kemudian dapat menjadi dasar bagi guru maupun pihak sekolah dalam mengambil keputusan terkait pendampingan dan konseling.

Chavel mengungkapkan, ide pengembangan Rasaya berangkat dari keprihatinannya terhadap keterbatasan sekolah dalam mendokumentasikan kondisi mental siswa. Menurutnya, banyak kasus gangguan mental yang tidak terdeteksi sejak dini, sehingga berujung pada penanganan yang lebih kompleks di kemudian hari.

Untuk memperkuat konsep tersebut, ia melakukan studi kasus di salah satu SMA di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Hasilnya menunjukkan bahwa banyak siswa merasa enggan mengungkapkan perasaan mereka secara langsung kepada guru.

“Dari wawancara dan kuesioner yang saya lakukan, siswa cenderung malu menyampaikan apa yang mereka rasakan. Akibatnya, guru tidak sepenuhnya memahami kondisi psikologis siswa,” ujarnya, Kamis (26/3).

Data yang diperoleh kemudian didiskusikan bersama dosen pembimbing untuk merancang sistem yang tepat guna. Dalam proses pengembangannya, Chavel memanfaatkan metode Lexicon-Based Sentiment Analysis untuk menganalisis sentimen dari data yang masuk, dengan mengelompokkan emosi menjadi kategori positif, negatif, atau netral berdasarkan kamus kata yang telah ditentukan.

Selain itu, sistem juga dilengkapi algoritma yang mampu mengklasifikasikan kondisi siswa ke dalam beberapa kategori, seperti stres akademik atau konflik sosial.

Untuk memastikan akurasi hasil analisis, Chavel turut melibatkan psikolog anak dan remaja dalam proses validasi. Rasaya juga menghadirkan sejumlah fitur pendukung, seperti daily mood tracker, fitur lapor teman, refleksi harian, riwayat kondisi emosi, hingga pemetaan tren kondisi pada tingkat kelas dan angkatan.

Dengan pendekatan multi-informan yang melibatkan siswa, guru, dan teman sebaya, data yang dihasilkan dinilai lebih objektif.

“Dengan sistem ini, guru BK atau wali kelas dapat memiliki acuan yang lebih jelas dalam melakukan pendampingan. Pemantauan pun menjadi lebih sistematis dan efisien,” jelasnya.

Dalam proses pengembangannya, Chavel mengakui tantangan terbesar terletak pada perancangan machine learning. Dari total empat bulan pengerjaan, tiga bulan di antaranya dihabiskan untuk menyempurnakan algoritma agar dapat bekerja secara optimal.

“Prosesnya sangat menantang, revisinya tidak terhitung. Tapi saya bersyukur bisa melewati tahap tersebut dengan baik,” ungkap mahasiswa dengan peminatan Sistem Informasi Bisnis itu.

Setelah dipresentasikan dalam sidang akhir, kini Rasaya masih dalam tahap penyempurnaan. Chavel berharap sistem yang dikembangkannya dapat segera dimanfaatkan secara luas oleh berbagai sekolah di Indonesia.

“Saya ingin Rasaya bisa membantu banyak pihak, mulai dari siswa, guru, sekolah, hingga orang tua. Saat ini saya sedang mempersiapkan agar sistem ini siap digunakan secara massal,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.