KabarBaik.co – KONI Kabupaten Pasuruan akhirnya mempunyai ketua umum baru. Mamat Aryo Setiawan yang sebelumnya lolos penjaringan dan penyaringan di tim KONI, kini benar-benar mendapatkan amanah baru menahkodai KONI Kabupaten Pasuruan Periode 2025-2029.
Terpilihnya Mamat sebagai ketum KONI Kabupaten Pasuruan berlangsung dalam ajang Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) di Aula Kantor KPU Kabupten Pasuruan, Sabtu (26/4).
Mamat Aryo meraih dukungan suara mayoritas dari pemilik hak suara. Ia meraih dukungan sebanyak 26 cabor dari 35 cabor yang memiliki hak suara. Sementara 3 cabor lainnya tidak memiliki hak suara. Karena SK kepengurusannya belum diperpanjang atau mati. Dengan demikian, pria yang juga advokat asal Gondangwetan ini terpilih secara aklamasi dengan suara terbanyak.
“Terima kasih atas kepercayaan dari para cabor atas amanah yang diberikan kepada saya. Mari kita bersama-sama membangun KONI Kabupaten Pasuruan ke depan dengan lebih baik dan berprestasi,” ujar Mamat dalam sambutannya di Aula Kantor KPU Kabupaten Pasuruan.
Dalam penyampaian visi-misinya, Mamat menegaskan jika visinya sejalan dengan visi-misi Bupati Pasuruan. Ia ingin mewujudkan organisasi KONI yang solid dengan pembinaan para atlet yang tangguh untuk memajukan prestasi olahraga di Kabupaten Pasuruan di kancah regional, nasional hingga Internasional.
“Sebuah bakat atlet itu perlu perhatian dari KONI agar bisa menjadi prestasi. Dan kalau sudah prestasi, maka akan menjadi jembatan untuk masa depan anak-anak kita di masa mendatang,” tegasnya.
Sebelum agenda rapat pleno pemilihan, nama Mamat Aryo sudah santer didengungkan saat pembukaan. Sesi pembukaan dihadiri Bupati Rusdi Sutejo. Rusdi saat itu disambut perwakilan Sekretaris KONI Jawa Timur Akmal Budianto, Ketum KONI sebelumya HM Mulyadi, Kepala Dispora Mujiono, Ketua KPU Ainul Yaqin dan jajaran Forkopimcam.
“Kalau Cak Mamat yang jadi Ketua KONI, Ya Alhamdulillah,” ujar Bupati Rusdi dalam sambutan pembukaan. Rusdi juga berharap kekeluargaan dan harmonisasi di tubuh KONI dipertahankan. Termasuk juga persiapan Porprov IX di Malang Raya. Dia bahkan meminta persiapan atlet Porprov harus maksimal dan terus disuport.
“Reward atlet bisa kita tambah. Kita dukung cabor-cabor. Sebaliknya cabor-cabor juga dukung kami dengan prestasi. Mohon bisa diusahakan peringkat, minimal sama. Kalau bisa naik satu atau dua tingkat, saya kira luar biasa,” tegas bupati asal Kalianyar Bangil ini.
Bupati juga sempat mengevaluasi soal dana hibah KONI yang tahun ini salah penempatan di Dispora. Menurutnya, hibah KONI adalah hibah yang terikat dan diberikan setiap tahun.
Dalam dinamika Musorkab ada beberapa masukan dari peserta cabor. Misalnya dalam pembentukan tim formatur. Tim ini bertugas untuk membantu Ketum KONI terpilih untuk menyusun kepengurusan KONI yang baru.
Sebelumnya, tim formatur terdiri dari satu perwakilan dari pengurus KONI (lama) dan satu dari wakil cabor. Namun, tata tertib (tatib) ini dirubah, dua anggota tim formatur semuanya berasal dari cabor. Sehingga dalam pembentukan tim formatur terpilih nama Sonny Ardiansah (cabor Wushu) dan Nurkholis Hendri (Kick Boxing Indonesia).
Sebelumnya sempat muncul satu nama lagi yakni Sulis (Catur). Namun Sulis menyatakan mengundurkan diri sebagai tim formatur. (*)