Manfaat Melinjo dan Cara Budidayanya

Reporter: Prabangasta Restu Rendra
Editor: Lilis Dewi
oleh -62 Dilihat
Foto Pinterest

KabarBaik.co- Pohon Melinjo yang memiliki nama latin Gnetum gnemon L merupakan tanaman yang dapat tumbuh besar. Pohon melinjo banyak ditanam di pekarangan rumah warga di pedesaan. Masyarakat banyak yang menanam pohon melinjo untuk mengambil buahnya.

Sebab buahnya dapat diolah menjadi kudapan keripik yang cukup populer di masyarakat, yaitu keripik emping. Selain dijadikan keripik, daun dan batangnya juga bermanfaat untuk masyarakat.

Tidak heran jika tanaman ini cukup digemari di Indonesia, banyak masyarakat sengaja menanam pohon melinjo untuk meningkatkan perekonomian rumah tangganya. Sekali panen saja, tanaman tropis satu ini dapat menghasilkan buah sebanyak 1 kwintal.

Manfaat Buah Melinjo

  1. Biji buah melinjo, mengandung protein, lemak, pati, flavonoid, dan resveratrol (polifenol), serta antioksidan. Antioksidan berguna sebagai zat menangkal radikal bebas yang dapat menjadi kanker pada tubuh. Namun, mengonsumsi buah melinjo terlalu banyak terutama bijinya dapat mengakibatkan asam urat. Karena, terdapat juga kandungan purin pada biji melinjo. Lain halnya dengan kulit melinjo yang mengandung asam askorbat, tokoferol, dan polifenol, kalsium dan fosfor, vitamin C, vitamin B1, dan Vitamin A.
  2. Kalsium dan fosfor berguna untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi. Sementara vitamin A, b1, dan C berguna untuk menjaga kesehatan kulit, mata, dan pembentukan energi.
  3. Selain biji dan kulitnya yang berkhasiat, daun melinjo juga mengandung zat antioksidan. Berdasarkan penelitian dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, kadar antioksidan pada tanaman melinjo paling banyak ditemukan pada daunnya, yaitu sebanyak 5,97 persen.
  4. Peran zat flavonoid antioksidan pada daun melinjo dapat menstabilkan gula darah serta mengontrol diabetes. Masyarakat umumnya mengolah daun melinjo yang masih muda untuk dijadikan hidangan sayur asem.

Cara Budidaya Melinjo

Tanaman melinjo pada dasarnya dapat tumbuh di dataran rendah hingga pegunungan pada ketinggian 0-1200 m dpl.

Selain itu, tanaman melinjo juga dapat tumbuh pada tanah liat, berpasir maupun berkapur. Pohon ini tidak bisa tumbuh di tanah yang tergenang serta berkadar asam yang tinggi.

Nah untuk lebih lanjutnya, berikut ini tips dan tutorial yang bisa kamu lakukan jika ingin menanam pohon melinjo!

1. Perbanyakan tanaman

Perbanyakan tanaman melinjo bisa dilakukan dengan cara generatif maupun vegetatif. Cara generative bisa dilakukan dengan cara persemaian biji dan cara vegetative bisa dilakukan dengan stek dan okulasi.

2. Persiapan lahan

Persiapan lahan dapat dilakukan dengan cara membersihkan rerumputan pada area tanam, dibajak lalu dicangkul kembali. Pembuatan lobang tanam dapat menggali tanah dengna ukuran 60 x 60 x 75 cm. Pemberian pupuk kandang dapat diberikan dengan takaran 10 kg per lubang.

3. Penanaman

Jika bibit sudah panjang mencapai 25-30 cm, maka dapat dipindahkan ke media tanam sebenarnya. Diusahakan untuk tanah pada tunas tetap menyatu pada akar saat dipindahkan ke media tanam baru. Pastikan untuk akar dapat tersebar ke segala arah. Periksa serabut serabut akarnya, ika ada yang ujung yang patah atau rusak dapat dipotong. Setelah ditaruh ke lubang tanam, timbun bibit dengan tanah dan dipadatkan supaya tidak terjadi genangan air pada area tanam.

4. Perawatan

Penyiraman tanaman melinjo dilakukan sebanyak 2 kali sehari selama 2 minggu setelah ditanam. Setelah itu tanaman dapat disiram cukup sehari sekali. Pemberian pupuk bisa diberi dengan pupuk kandang selama 2 kali setiap tahunnya. Pemupukan dilakukan dengan menggali tanah sedalam 10- 15 cm mengelilingi daun terluar.

Jangan lupa untuk melakukan penyiangan dengan mencabut rumputan dan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman melinjo.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.