KabarBaik.co – Lapas Klas IIA Sidoarjo terus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui program asimilasi berbasis keterampilan. Pemanfaatan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di Desa Ketapang, Tanggulangin, menjadi bentuk nyata pembinaan di luar lapas.
Program tersebut diwujudkan melalui panen raya lele hasil budidaya warga binaan. Sebanyak 50 kilogram lele berhasil dipanen dari proses budi daya berkelanjutan.
Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremonial.
“Panen raya ini merupakan hasil pembinaan yang kami lakukan secara terencana dan terukur,” ujarnya, Selasa (20/1).
Menurut Disri, pembinaan perikanan diberikan sebagai bekal keterampilan bernilai ekonomis bagi warga binaan.
“Kami ingin mereka siap hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat,” Pungkasnya. (*)







