Lapas Surabaya Bangkitkan Lahan Tidur, Ditanami Jagung Dukung Ketahanan Pangan

oleh -241 Dilihat
Warga binaan lapas kelas satu Surabaya Porong berjibaku dengan para petugas lapas kelas satu Surabaya menanam jagung (Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co – Lapas Klas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, mulai mengimplementasikan program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di awal tahun 2026, taptatnya pada Selasa (13/01). Program ini ditandai dengan peresmian pemanfaatan lahan seluas 5.860 meter persegi yang selama bertahun-tahun tidak tergarap.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur Kadiyono mengatakan bahwa pembukaan lahan SAE ini merupakan bagian dari dukungan nyata pemasyarakatan terhadap program Presiden RI serta program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di bidang ketahanan pangan.

“Hari ini kita sama-sama menyaksikan peresmian Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Porong. Lahan yang selama ini tidur kini kita bangkitkan untuk mendukung ketahanan pangan sesuai arahan Presiden dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujar Kadiyono.

Pada tahap awal, Lapas Porong menanam jagung manis dengan bibit sebanyak 2 kilogram. Dari luasan lahan tersebut, ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 2,5 ton jagung dalam waktu tiga bulan ke depan.

Kadiyono menjelaskan program SAE tidak hanya diterapkan di Lapas Porong, tetapi juga berjalan di sejumlah lapas lain di Jawa Timur, dengan komoditas yang disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing.

“Lapas Kelas I Malang menanam edamame, Bojonegoro padi, Banyuwangi semangka, Porong jagung. Semua berkolaborasi untuk mendukung keanekaragaman dan ketahanan pangan,” jelasnya.

Kadiyono menegaskan bahwa seluruh program SAE melibatkan warga binaan yang telah memenuhi syarat asimilasi, sekaligus dibekali edukasi dan pelatihan kemandirian.

“Ini bukan hanya soal menanam, tetapi edukasi. Kami ingin mengubah mindset warga binaan bahwa dengan bekerja dan menanam, pasti ada hasil. Ini menjadi bekal saat mereka kembali ke masyarakat,” tegasnya.

Ke depan, hasil panen SAE akan bekerja sama dengan Bulog, dan sebagian hasil pertanian juga akan dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk manfaat sosial.

“Lembaga pemasyarakatan harus bermanfaat, bukan hanya bagi internal, tetapi juga masyarakat sekitar. Orang baik adalah orang yang bermanfaat bagi sesama,” tambah Kadiyono.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Surabaya Sohibur Rachman mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tujuh warga binaan yang dilibatkan langsung dalam penanaman jagung tersebut.

“Ketujuh warga binaan ini merupakan narapidana yang telah menjalani setengah masa pidana. Ke depan kami juga akan mengembangkan kandang ayam petelur dan kolam budidaya lele,” ujarnya.

Dengan program SAE ini, Lapas Kelas I Surabaya di Porong menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan pembinaan produktif dan berkelanjutan bagi warga binaan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.