Mantan Bupati Lotim Sukiman Azmy Dinilai Layak Pimpin Partai Demokrat NTB

oleh -154 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 28 at 3.47.54 PM
Mantan Bupati Lombok Timur Sukiman Azmy (istimewa)

KabarBaik.co – DPD Partai Demokrat NTB berencana menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada Februari 2026. Agenda tersebut digelar menyusul kekosongan kepemimpinan setelah Ketua Demokrat NTB Indra Jaya Usman (IJU) tersandung kasus hukum dan dipastikan tidak lagi berpeluang menakhodai partai berlambang mercy itu.

Seiring rencana Musda tersebut, sejumlah nama kader maupun tokoh eksternal mulai mengemuka dan disebut-sebut berpeluang menjadi Ketua DPD Partai Demokrat NTB. Salah satu nama yang mencuat adalah mantan Bupati Lombok Timur dua periode, Sukiman Azmy.

Pengamat politik NTB, Ihsan Hamid, menilai Sukiman Azmy bukan sosok asing di internal Partai Demokrat. Ia mengingatkan bahwa Sukiman Azmy pernah menjadi rival Indra Jaya Usman dalam Musda Partai Demokrat NTB tahun 2022 lalu.

“Ini artinya Pak Sukiman sudah mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat,” kata Ihsan Hamid kepada awak media, Selasa (27/1).

Menurut Hamid, dengan status sebagai kader, peluang Sukiman untuk memimpin Partai Demokrat NTB cukup besar. Terlebih, ia telah memiliki pengalaman bertarung dalam Musda sebelumnya dan dikenal luas sebagai mantan kepala daerah.

Selain itu, Sukiman juga dinilai memiliki basis pemilih yang kuat dan loyal, khususnya di Kabupaten Lombok Timur yang merupakan daerah dengan jumlah pemilih terbanyak di NTB.

“Sebagai mantan Bupati Lombok Timur yang masih dirindukan masyarakat Patuh Karya, Pak Sukiman relatif punya pemilih loyal. Lombok Timur adalah lumbung suara di NTB,” ujarnya.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Hamid menilai Sukiman sangat layak dipertimbangkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat untuk memimpin Demokrat NTB.

“Pak Sukiman layak dipertimbangkan DPP menjadi Ketua DPD Partai Demokrat NTB,” tegasnya.

Hamid juga menyoroti latar belakang Sukiman sebagai purnawirawan TNI. Menurutnya, hal itu menjadi nilai tambah tersendiri dalam membangun komunikasi politik dengan elite pusat Partai Demokrat, termasuk Ketua Majelis Tinggi Partai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang juga berlatar belakang militer.

“Kesamaan latar belakang ini tentu memudahkan komunikasi dan koordinasi politik. Ini keuntungan tersendiri bagi Pak Sukiman,” tambah Hamid.

Ia meyakini, jika Partai Demokrat NTB dipimpin Sukiman, partai tersebut berpotensi meningkatkan perolehan kursi baik di DPRD Provinsi NTB maupun DPRD kabupaten/kota pada Pemilu 2029 mendatang.
Terkait munculnya nama tokoh asal Pulau Sumbawa, seperti Wali Kota Bima Arrahman Abidin, Hamid berpandangan bahwa akan lebih ideal jika Demokrat NTB dipimpin kader atau tokoh yang berasal dari Pulau Lombok.

“Pusat konsolidasi politik ada di Pulau Lombok. Selain itu, jumlah pemilih terbesar di NTB juga berada di Lombok dibandingkan Pulau Sumbawa,” jelasnya.

Dengan pertimbangan efektivitas konsolidasi dan basis pemilih, Hamid menilai kepemimpinan Demokrat NTB lebih menjanjikan jika dipegang tokoh asal Lombok.

“Nah, Pak Sukiman sebagai tokoh asal Lombok sangat pas memimpin Partai Demokrat NTB,” tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.