**Pemkab Lamongan Prioritaskan Kesejahteraan Buruh, Wabup: Bukan Sekadar Seremonial May Day**
LAMONGAN, — Pemerintah Kabupaten Lamongan menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan kesejahteraan buruh sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara dalam malam refleksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Kamis (30/4) malam, di halaman Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Lamongan.
Kegiatan yang diinisiasi oleh unsur serikat buruh tersebut menjadi pembuka rangkaian peringatan May Day di Lamongan. Selain sebagai ruang kebersamaan, malam refleksi juga dimaknai sebagai momentum untuk mengingat kembali perjuangan buruh.
Wabup yang akrab disapa Mas Dirham menegaskan, peringatan Hari Buruh tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Menurut dia, momen ini harus menjadi pengingat bahwa perjuangan buruh dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan terus berlangsung.
“Buruh di Lamongan tidak hanya identik dengan pekerja industri, tetapi juga mencakup petani dan nelayan yang menjadi mayoritas demografi masyarakat. Oleh karena itu, buruh adalah pahlawan daerah yang berkontribusi besar terhadap pembangunan,” tutur Mas Dirham.
Ia juga menyebutkan, peringatan May Day di Lamongan dari tahun ke tahun berlangsung aman dan tertib, sekaligus menjadi wadah bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi.
Dari sisi ekonomi, Mas Dirham mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Lamongan pada 2025 mencapai 5,4 persen. Capaian tersebut dinilai tidak lepas dari kontribusi para buruh dalam mendorong pembangunan daerah.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan juga terus meningkat. Pada 2025, IPM tercatat mencapai 76,81 dan masuk kategori tinggi, bahkan melampaui rata-rata Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, malam refleksi menjadi pengingat bahwa upaya mewujudkan kesejahteraan buruh yang adil harus dilakukan secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Pemkab Lamongan juga terus memperluas perlindungan sosial melalui peningkatan cakupan jaminan kesehatan dan sosial berbasis BPJS. Meski dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah daerah tetap menempatkan kesejahteraan buruh sebagai prioritas.
“Pemkab Lamongan berkomitmen untuk terus hadir dan memastikan kesejahteraan buruh sebagai bagian dari pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.(*)








