KabarBaik.co, Jombang – Usia senja tak menyurutkan semangat Alfan Efendi untuk tetap bekerja. Di usianya yang kini 78 tahun, pria yang akrab disapa Mbah Alpan itu masih aktif memproduksi bendera dan umbul-umbul di Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan/Kabupaten Jombang.
Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, usaha yang dirintisnya sejak 1992 itu justru kebanjiran pesanan. Sejak sekitar dua bulan sebelum Agustus, pesanan mulai berdatangan dari berbagai kalangan, mulai warga hingga instansi pemerintahan.
Lonjakan permintaan membuat produksi bendera Mbah Alpan meningkat hingga beberapa kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.
“Kalau dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, peningkatannya cukup tinggi, bisa tiga kali lipat lebih. Biasanya sehari produksi sekitar 40 sampai 70 bendera, sekarang bisa mencapai 400 bahkan lebih setiap hari,” ujar Alfan Efendi, Minggu (9/8).
Alfan mengaku tetap terlibat langsung dalam menjalankan usaha tersebut. Selain memproduksi bendera dan umbul-umbul, ia bahkan masih mengantarkan sejumlah pesanan kepada pelanggan.
Usaha tersebut telah dijalani Alfan selama lebih dari tiga dekade. Ketertarikannya memproduksi perlengkapan perayaan kemerdekaan bermula dari aktivitasnya di dunia politik yang kemudian mendorongnya membuka usaha sendiri.
Produk yang dibuatnya cukup beragam. Harga bendera dipatok mulai Rp 24 ribu hingga Rp 30 ribu, sedangkan umbul-umbul dijual dengan harga mulai Rp 70 ribu hingga Rp 150 ribu, tergantung jenis dan jumlah pesanan.
Tak hanya bendera merah putih, pelanggan juga bisa memesan produk dengan tambahan sablon berupa logo maupun tulisan sesuai kebutuhan.
“Bukan hanya bendera merah putih, kami juga menerima pesanan yang disablon logo sesuai permintaan pelanggan,” jelasnya.
Tingginya permintaan menjelang bulan kemerdekaan juga berdampak langsung terhadap omzet usaha Mbah Alpan. Dalam sebulan, ia mengaku bisa meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah.
Bagi Mbah Alpan, ramainya pesanan setiap menjelang Agustus menjadi berkah tersendiri. Meski usianya telah mencapai 78 tahun, semangatnya untuk bekerja dan melayani pelanggan belum surut.
Usaha yang dirintis sejak 1992 itu hingga kini masih bertahan. Setiap tahun, momentum peringatan kemerdekaan menjadi masa tersibuk sekaligus menjadi salah satu sumber penghasilan bagi Mbah Alpan.(*)







