Melihat Dapur Aidah, Produksi Jajanan Pasar yang Laris Manis Mewarnai Lebaran

oleh -483 Dilihat
7886ed57 7db8 4179 b6c3 f04f45033489
Ikhtilafah menunjukkan jajanan pasar hasil produksi Dapur Aidah. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Usai menjalani ibadah salat Subuh sekitar pukul 04.45 WIB, suasana dapur di rumah produksi Dapur Aidah yang terletak di Jalan Ahmad Dahlan RT 01 RW 01 Desa Bulubrangsi, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sudah dipenuhi dengan beragam bahan segar.

Di sana, Ikhtilafah, 43 tahun tahun, dan timnya bersiap menyulap bahan-bahan tersebut menjadi aneka kue jajanan pasar yang akan memanjakan lidah para pelanggan.

Selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah, Dapur Aidah tidak pernah sepi dari pesanan. Warga sekitar maupun dari desa tetangga ramai memesan kue untuk suguhan atau oleh-oleh bagi sanak saudara yang pulang kampung. Bahkan, produksi kue meningkat pesat dibandingkan hari biasa.

Menurut Ikhtilafah, produksi kue jajanan pasar meningkat dua kali lipat saat Lebaran. “Pada bulan Ramadan, kami sudah produksi sekitar 50 pcs untuk bazar takjil. Namun, saat Lebaran, produksi kue satu jenis bisa mencapai 100 pcs setiap harinya,” ungkap Ikhtilafah saat ditemui pada Minggu (6/4).

Ada satu jenis kue yang paling banyak dipesan, yaitu Lemet Mutiara isi kacang hijau, yang bisa diproduksi hingga 100 pcs setiap hari. Selain Lemet Mutiara, kue Bikang juga menjadi primadona yang tak pernah sepi peminat selama Hari Raya.

Selain dua jenis kue tersebut, Dapur Aidah juga memproduksi beragam jajanan pasar lain, seperti Singo Pelangi, Kue Moci, Bubur Cenil, dan masih banyak lagi, sesuai permintaan pelanggan.

“Alhamdulillah, pesanan terus mengalir. Tidak hanya dari dalam desa, tetapi juga dari desa-desa tetangga. Biasanya, pesanan banyak saat ada pesta seperti nikahan atau acara-acara resmi lainnya,” kata Ikhtilafah dengan penuh syukur.

Untuk harga, jajanan pasar yang dijual di Dapur Aidah sangat terjangkau, mulai dari Rp 1.500 hingga Rp 3.000 per pcs. Sementara untuk aneka bubur, harganya dimulai dari Rp 5.000 per porsi.

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang telah dirintis sejak masa pandemi Covid-19 ini kini semakin dikenal masyarakat. Tidak hanya mengutamakan cita rasa, kebersihan, dan kualitas, Dapur Aidah juga sudah mengantongi Sertifikat Halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sejak 12 Juni 2023.

Dengan semangat tinggi dan kerja keras, Dapur Aidah terus menghadirkan kelezatan dan kualitas terbaik bagi para pelanggan setianya, terutama di momen-momen istimewa seperti Hari Raya Idul Fitri ini. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.