Membuka Pintu Kerjasama: Jatim Jalin Kemitraan Infrastruktur dengan Vietnam

Reporter: Lilis Dewi
oleh -102 Dilihat
Ilustrasi Antaranews

KabarBaik.co- Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menawarkan Investment Project Ready to Offer (IPRO) di bidang infrastruktur untuk meningkatkan kerja sama dengan negara Vietnam.

Penjabat (Pj) Gubernur Jatim Adhy Karyono menjelaskan IPRO itu, meliputi Pelabuhan Peti Kemas Internasional dan Pusat Logistik di Kota Probolinggo, dengan nilai investasi 60 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp800 miliar.

“Selain itu Terminal Liquefied Natural Gas Probolinggo, dengan nilai investasi 50 juta dolar AS atau Rp742,69 miliar dan Terminal Tangki Minyak Lamongan dengan nilai investasi 314,22 juta dolar AS atau Rp4,6 triliun,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Surabaya, Kamis.

Adhy Karyono telah menyampaikan presentasi dalam konferensi “Meet Khanh Hoa-Indonesia” di Ho Chi Minh City, Vietnam.

Menurutnya kerja sama antara Pemprov Jatim dengan Vietnam bisa ditingkatkan di berbagai sektor, mulai ekspor-impor, investasi, dan pariwisata.

Dalam kesempatan itu sekaligus mengungkapkan investasi di Jatim memiliki potensi sangat menguntungkan.

“Realisasi investasi kita di tahun 2023 mencapai Rp 145,1 triliun, dengan Vietnam berada di peringkat ke- 49, menurut data Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal,” ujarnya.

Pj Gubernur Jatim menandaskan untuk mendukung investasi yang ditawarkan, Jatim telah memiliki kawasan industri, meliputi Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik, Maspion Industrial Estate, Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Sidoarjo Industrial Estate Berbek (SIEB), Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Safe “N” Lock Halal Industrial Park, serta Sidoarjo Real Industrial Estate (SiRIE).

Selain itu Jatim memiliki kawasan industri pengembangan, di antaranya Kawasan Industri Salt Lake, Kawasan Industri Ploso Jombang, Kawasan Industri Maritim Lamongan, dan Madura Industrial Seaport City.

“Ini menunjukkan bahwa kami konsentrasi untuk industri dengan kawasan khusus. Didukung dengan kebijakan khusus untuk pengembangan investor-investor yang masuk,” ucap Pj Gubernur Jatim dikutip dari antaranews.com.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.