Menengok Jejak dan Sejarah Pabrik Gula di Sidoarjo Lewat Tilik Mburi

oleh -24 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 04 at 2.49.32 PM
Peserta tur wisata sejarah Tilik Mburi berfoto bersama di kawasan pabrik gula peninggalan kolonial di Sidoarjo (istimewa)

KabarBaik.co – Sidoarjo menyimpan jejak panjang sejarah industri gula peninggalan kolonial Belanda. Pabrik Gula Tulangan, Kremboong, Watoetulis, hingga Candi pernah menjadi pusat produksi gula dan penggerak ekonomi Kota Delta pada masa Hindia Belanda.

Ketertarikan pada bangunan-bangunan bersejarah itu mendorong Radhitya Probo Watu Negoro, atau akrab disapa Ditto, menginisiasi tur wisata sejarah bernama Tilik Mburi. Kegiatan ini berawal dari kegemarannya blusukan bersama komunitas sejarah di Sidoarjo.

“Pabrik-pabrik gula peninggalan Belanda ini punya cerita besar, tapi selama ini jarang disentuh publik karena aksesnya terbatas,” ujar Ditto Minggu, (04/01).

Upaya menembus kawasan pabrik gula dimulai pada 2022, saat Ditto berhasil masuk ke Pabrik Gula Tulangan. Dari sana, penelusuran berlanjut ke Pabrik Gula Kremboong, Watoetulis, hingga Candi, yang kemudian menarik minat banyak pegiat sejarah dan warga umum.

“Setelah bisa masuk Tulangan, kami lanjut ke pabrik gula lain. Ternyata antusiasmenya besar, banyak yang ingin ikut menengok langsung sejarahnya,” katanya.

Melalui Tilik Mburi, peserta diajak berkeliling kawasan pabrik sambil mendengar kisah tokoh, fungsi bangunan, serta peran industri gula dalam sistem ekonomi kolonial. Sejak 2024, kegiatan ini rutin digelar setiap bulan dengan peserta mencapai puluhan orang.

Dampaknya bahkan menembus batas negara. Pada akhir 2024, keluarga Reydon asal Belanda datang ke Sidoarjo untuk menelusuri jejak leluhurnya, Isaac Reydon, yang pernah menjadi pimpinan Pabrik Gula Tulangan.

“Ini membuktikan bahwa sejarah bukan hanya milik masa lalu, tapi bisa menjadi jembatan antar generasi dan antar negara,” tutur Ditto.

Kini, pabrik-pabrik gula di Sidoarjo mulai dilirik sebagai potensi wisata sejarah minat khusus. Melalui Tilik Mburi, jejak industri gula kolonial kembali dihidupkan dan dikenalkan kepada publik luas. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.