Mentan Amran Pastikan Pembangunan 5 Pabrik Pupuk Rampung Sebelum 2029

oleh -52 Dilihat
DD165F36 2278 425D BFA1 71D6D7629082
Mentan Andi Amran Sulaiman berbicara dalam Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang (ANTARA/Harianto)

KabarBaik.co – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa pembangunan pabrik pupuk nasional berjalan sesuai rencana. Lima pabrik ditargetkan rampung dan diresmikan sebelum 2029 untuk memperkuat ketahanan pangan.

“Insyaallah lima (pembangunan pabrik pupuk) kita resmikan sebelum 2029,” kata Amran pada Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo yang dihadiri 5.000 petani/penyuluh secara luring dan dua juta petani secara daring di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).

Amran menyampaikan pembangunan pabrik pupuk nasional terus berjalan sesuai rencana untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas petani.

Dalam laporannya, Amran menyampaikan pemerintah menargetkan pembangunan tujuh pabrik pupuk baru sebagai bagian dari strategi jangka panjang penguatan sektor pertanian nasional. Pembangunan tersebut dirancang untuk menjamin ketersediaan pupuk bagi petani secara berkelanjutan.

“Pembangunan tujuh pabrik tanpa membebani pemerintah Bapak Presiden,” ucap Amran.

Dari total tujuh pabrik pupuk yang direncanakan, lima di antaranya dipastikan akan rampung dan diresmikan sebelum 2029. Percepatan ini diharapkan mendukung agenda swasembada pangan sekaligus memperkuat pasokan pupuk nasional.

Meski demikian, Amran belum merinci secara detail sumber pendanaan pembangunan pabrik-pabrik pupuk tersebut. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan proyek berjalan tepat waktu dan memberi dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan petani.

Diketahui, Pemerintah Indonesia segera membangun tujuh pabrik pupuk baru dalam lima tahun ke depan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian industri pupuk nasional.

“Anggarannya kurang lebih Rp 50 triliun,” kata Amran dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Rabu (22/10).

Amran menilai bahwa pembangunan pabrik baru menjadi penting karena pabrik baru dengan teknologi efisien mampu menekan biaya produksi secara signifikan, terutama dalam penggunaan bahan baku gas.

Pabrik lama itu bisa menghabiskan hingga 43 persen biaya untuk gas, sementara pabrik baru hanya sekitar 22–23 persen.

Adapun anggaran pembangunan tujuh pabrik pupuk baru merupakan hasil langsung dari efisiensi dan pembenahan tata kelola pupuk subsidi.

Revitalisasi sistem subsidi pupuk yang sebelumnya berorientasi pada hilir kini digeser ke hulu, menghasilkan efisiensi besar bagi negara.

Melalui reformasi menyeluruh, Amran menyebut negara berhasil menghemat anggaran hingga Rp 10 triliun, menurunkan biaya produksi pupuk sebesar 26 persen, serta meningkatkan laba PT Pupuk Indonesia secara signifikan.

Pada 2026, laba perusahaan diproyeksikan mencapai Rp 2,5 triliun, dengan proyeksi total keuntungan mencapai Rp 7,5 triliun.

Revitalisasi ini juga disebut membuka peluang peningkatan volume pupuk subsidi hingga 700 ribu ton secara bertahap sampai tahun 2029. (ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.