KabarBaik.co – Situs petirtaan kuno di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Ngoro, Jombang, diperkirakan tertimbun akibat bencana besar di masa lampau. Temuan arkeologi menunjukkan pemandian itu pernah dilanda endapan pasir dan kerikil dalam jumlah masif.
Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho memaparkan bahwa karakter tanah di Petirtaan Sumberbeji identik dengan situs Sugihwaras yang diduga sebagai kedaton kuno. Endapan pasir tersebut diduga kuat berasal dari letusan Gunung Kelud, yang kemudian terbawa aliran Sungai Konto hingga mencapai wilayah Jombang.
“Sedimen pasir itu menunjukkan adanya bencana besar yang menutup wilayah Jombang,” kata Wicaksono dalam keterangannya, Sabtu (29/11).
Ia menambahkan jika disandingkan dengan temuan di Situs Tondowongso, Kediri, bencana tersebut diperkirakan terjadi sekitar tahun 1300-an, sebelum Hayam Wuruk naik takhta Majapahit.
Bangunan suci petirtaan ini diperkirakan dibangun mulai masa Kadiri hingga Majapahit. Selama ekskavasi tahap 1 hingga 3, para arkeolog menemukan jaladwara, fragmen keramik, serta uang kepeng China dari Dinasti Song abad ke-11 hingga ke-14.
“Pada abad 14 adalah masa Majapahit. Jaladwara yang kita temukan 14 buah ini tidak seragam, berbeda dengan Candi Tikus atau Blumbung Kediri,” jelas Wicaksono.

Meski diperkirakan penting pada masanya, situs ini tidak tercatat dalam naskah Negarakertagama. Menurut Wicaksono, hal itu masuk akal karena saat kitab tersebut ditulis pada 1365, situs Sumberbeji kemungkinan sudah tenggelam oleh endapan pasir.
“Jombang merupakan daerah Panjalu. Bisa jadi situs ini dibuat pada masa Airlangga, lalu diperbaiki pada masa Panjalu hingga Tribhuwana era Majapahit,” tambahnya.
Di bagian tengah pertirtaan terdapat struktur batur yang diduga dulunya memiliki menara-menara, mengikuti konsep Samudramantana, yakni perwujudan Gunung Meru yang dikelilingi samudera.
Tim juga menemukan simbol Garuda, yang berkaitan dengan kisah pencarian air suci (Amerta) dalam mitologi Hindu.
Situs Petirtaan Sumberbeji kini menjadi salah satu lokasi arkeologi terpenting di Jombang dan terus diteliti untuk mengungkap sejarah kuno di kawasan tersebut. (*)






