KabarBaik.co – Jagat media sosial dihebohkan dengan sebuah rekaman video yang menampilkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya diduga tengah asyik bermain judi online (judol) saat jam kerja. Video skandal ini langsung viral dan menuai kecaman keras dari masyarakat.
Video tersebut mulai beredar luas sejak diunggah ulang oleh sejumlah akun media sosial, termasuk TikTok, Threads, dan Facebook.
Video singkat tersebut secara jelas menunjukkan seorang pria dengan atribut yang diduga kuat adalah seragam ASN Pemkot Surabaya.
Pria tersebut terlihat fokus memainkan game di layar ponselnya, yang menurut narasi pengunggah, adalah aplikasi judi online.
Lokasi pengambilan video ini diduga kuat berada di lingkungan kantor pemerintahan Kota Surabaya. Salah satu sumber menyebutkan lokasi berada di sekitar Surabaya Raya Darmo, yang merupakan kawasan sentra perkantoran Pemkot.
Video ini memperkuat dugaan adanya praktik judi online yang merambah hingga ke lingkungan birokrasi, bahkan dilakukan saat jam dinas.
Sejak pertama kali diunggah, video ASN main judol ini langsung dibanjiri komentar pedas dari netizen. Warganet menyayangkan tindakan oknum ASN tersebut, mengingat tugas utama mereka seharusnya adalah melayani masyarakat dan menjunjung tinggi integritas.
“Ini namanya merusak citra ASN, harusnya melayani malah asyik main judi. Pemkot harus kasih sanksi tegas!” tulis seorang netizen di kolom komentar Threads.
“Kalau begini bagaimana masyarakat bisa percaya? Uang gaji dari rakyat malah dipakai main judol,” timpal netizen lainnya di Facebook.
Netizen mendesak agar Pemkot Surabaya segera mengidentifikasi dan memberikan sanksi seberat-beratnya kepada oknum yang bersangkutan. Sanksi ini harus sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) mengenai Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemkot Surabaya, khususnya Badan Kepegawaian Daerah (BKD), terkait kebenaran identitas oknum ASN yang terekam dalam video viral tersebut.
Namun, kasus ini dipastikan menjadi perhatian serius. Biasanya, pihak berwenang akan melakukan investigasi internal dengan memanggil terduga pelaku untuk dimintai klarifikasi. Jika terbukti melakukan pelanggaran disiplin berat, oknum tersebut terancam hukuman mulai dari penundaan kenaikan pangkat hingga pemberhentian tidak dengan hormat sebagai ASN. (*)






