KabarBaik.co, Jombang – Persiapan pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, telah mencapai lebih dari 85 persen.
Panitia optimistis seluruh sarana pendukung hingga administrasi persidangan bisa dirampungkan dalam tiga sampai empat hari ke depan.
Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan progres persiapan terus dikebut menjelang pembukaan muktamar.
“Secara keseluruhan persiapan sudah lebih dari 85 persen. Waktu yang tersisa akan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh seluruh panitia, baik tingkat PBNU maupun tingkat Tambakberas, untuk melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada,” kata Gus Ipul saat meninjau lokasi, Kamis (20/8).
Dari sisi teknis, fasilitas akomodasi disebut telah mampu menampung lebih dari 3.000 peserta resmi. Panitia juga menyiapkan kebutuhan konsumsi, termasuk dapur umum yang mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dapur umum tersebut nantinya tidak hanya melayani para utusan muktamar, tetapi juga para pengembara dan partisipan yang datang ke Jombang.
PBNU juga telah mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membuka langsung Muktamar ke-35 NU.
“PBNU telah berkirim surat kepada Bapak Presiden Prabowo untuk bisa membuka secara langsung Muktamar ke-35 pada 27 Agustus yang akan datang. Mudah-mudahan waktunya cocok dan Presiden berkenan hadir,” ujar Gus Ipul.
Persiapan muktamar kali ini dikerjakan secara intensif selama 24 jam. Seluruh pekerjaan fisik dikebut dalam waktu sekitar 50 hari sejak lokasi ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan.
Dukungan juga datang dari pemerintah daerah, para pengasuh pesantren hingga tokoh lintas agama.
Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Prof Mohammad Nuh, memastikan materi persidangan telah memasuki tahap pencetakan.
Panitia menyiapkan materi dalam dua format, yakni digital dan hardcopy. Langkah ini dilakukan agar seluruh muktamirin dapat mengikuti persidangan dengan nyaman.
“Materi yang terkait dengan muktamar sudah masuk di percetakan. Kita pakai dua-duanya, ada yang file digital dan ada yang hardcopy untuk menghormati peserta muktamar yang belum terbiasa membaca berkas digital,” jelas Prof Nuh.
Untuk Daftar Pemilih Tetap (DPT), proses verifikasi data dari Pengurus Wilayah (PW), Pengurus Cabang (PC), hingga Pengurus Cabang Istimewa (PCI) di luar negeri telah mencapai 95 persen.
Data tersebut berasal dari total target 546 entitas. Pengesahan akhir DPT ditargetkan selesai akhir pekan ini. Sementara undangan digital telah dikirimkan kepada masing-masing utusan.
Prof Nuh menyebut Muktamar ke-35 NU memiliki nilai sejarah tersendiri. Sebab, forum tersebut menjadi muktamar pertama NU yang digelar pada abad kedua organisasi.
Pemilihan Pondok Pesantren Tambakberas sebagai lokasi muktamar juga dinilai memiliki makna khusus karena pesantren tersebut berkaitan dengan salah satu muassis NU.
“Ini muktamar yang pertama di abad kedua. Tempatnya pun khusus di salah satu muassis Nahdlatul Ulama. Dari situlah tema besarnya: ayo sama-sama kita kembali pada roh dan jiwa yang sudah ditanamkan oleh para muassis, guyub, senang, rukun, dan memberikan kemaslahatan,” tutur Prof Nuh.
Selama muktamar berlangsung, panitia memprediksi lebih dari 10.000 pendukung dan penggembira akan berdatangan ke Jombang.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari berbagai bentuk dukungan secara swadaya. Mulai dari penyediaan logistik pangan, hewan ternak, hingga posko layanan publik untuk membantu kelancaran pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.






