KabarBaik.co — Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (MINHA) kembali membuka layanan kunjungan bagi masyarakat setelah merampungkan proses revitalisasi.
Museum yang berada di kawasan Makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur ini memulai pembukaan kembali melalui uji coba layanan pengunjung.
Uji coba tersebut berlangsung mulai 13 hingga 31 Januari 2026 dan menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan publik di bidang kebudayaan.
Selama masa uji coba, museum membuka akses kunjungan secara gratis atau bertarif Rp 0 bagi seluruh pengunjung.
MINHA merupakan salah satu museum yang dikelola oleh Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Revitalisasi yang dilakukan menjadi bagian dari upaya perlindungan dan pengembangan museum sebagai ruang pelestarian warisan budaya, sekaligus pusat edukasi sejarah Islam di Indonesia.
Kini, MINHA hadir dengan tampilan baru yang lebih segar, informatif, dan kontekstual. Penataan ruang pamer, alur kunjungan, hingga penyajian narasi disusun lebih sistematis dan komunikatif agar mudah dipahami oleh pengunjung dari berbagai kalangan.
Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Esti Nurjadin menyambut baik dibukanya kembali museum tersebut. Ia menyebut revitalisasi MINHA menghadirkan pembaruan tata pamer yang dapat memperkaya pengalaman pengunjung dalam menelusuri perjalanan sejarah Islam di Indonesia.
“Melalui pembukaan kembali MINHA, kami berharap sajian informasi koleksi mengenai bukti peradaban Islam di Indonesia, mulai dari awal masuknya Islam hingga masa Indonesia Merdeka, dapat tersampaikan secara lebih utuh,” ujar Indira, Selasa (13/1).
Menurut Indira, revitalisasi MINHA mencakup penataan ulang Lantai I dan Lantai II, termasuk penambahan ruang dan zona tematik, serta penguatan narasi sejarah yang disajikan secara lebih komprehensif.
Uji coba layanan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, sistem layanan, serta pengalaman kunjungan yang aman, nyaman, dan edukatif sebelum museum beroperasi penuh mulai 1 Februari 2026.
“Kehadiran wajah baru MINHA diharapkan tidak hanya melengkapi fungsi museum sebagai ruang penyimpanan koleksi, tetapi juga sebagai ruang dialog budaya, pembelajaran publik, serta rumah belajar sejarah peradaban Islam yang berperan dalam penguatan identitas bangsa yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Indira. (*)








