Tahanan di Lapas Kediri Diduga Disodomi 2 Napi, Korban Dilarikan ke RS

oleh -140 Dilihat
WhatsApp Image 2025 08 31 at 9.10.15 AM
Kuasa Hukum Korban, M Rofian (Muhamad Dastian Yusuf)

KabarBaik.co – Dugaan kasus kekerasan terhadap seorang tahanan di Lapas Kelas IIA Kediri mencuat ke publik. Seorang tahanan dikabarkan menjadi korban sodomi dan penganiayaan yang dilakukan oleh dua sesama tahanan.

Kuasa hukum korban, M. Rofian bersama Muhammad Ridwan, menyebut klien mereka mengalami penderitaan fisik maupun psikis yang serius. Kedua terduga pelaku disebut berinisial R, warga Pare, dan A, warga Kota Kediri.

“Korban disodomi bahkan dipaksa menelan benda-benda berbahaya. Akibatnya, perutnya terganggu hingga tidak bisa buang air besar,” terang Rofian, Minggu (31/8).

Menurut Ridwan, tindakan kekerasan sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Puncaknya, pada Rabu (28/8), korban jatuh sakit parah hingga harus dirawat intensif di rumah sakit.

“Klien kami mengalami trauma berat. Ia enggan makan karena terus teringat dipaksa menelan cacing,” tambah Ridwan.

Menindaklanjuti laporan, pihak Lapas Kediri langsung memisahkan kedua terduga pelaku dari blok tahanan utama. Dalam pertemuan internal, keduanya sempat meminta maaf, namun membantah tuduhan sodomi.

Rofian menegaskan pihaknya akan melanjutkan kasus ini ke jalur hukum. “Kami segera membuat laporan resmi ke kepolisian dan meminta visum dari rumah sakit. Proses hukum harus berjalan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Meski mengapresiasi langkah cepat pihak lapas, kuasa hukum korban berharap adanya pengawasan yang lebih ketat, terutama bagi tahanan remaja dan anak. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhamad Dastian Yusuf
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.