Ngaji Lan Ngopi Bareng Gothic Metal di Surabaya, Cara Unik Dakwah Rangkul Anak Underground

oleh -327 Dilihat
Ngaji lan Ngopi bareng Gothic Metal di Surabaya.
Ngaji lan Ngopi bareng Gothic Metal di Surabaya.

KabarBaik.co, Surabaya – Suasana tak biasa terlihat di sebuah warung kopi kawasan Lidah Wetan, Surabaya, Minggu (10/5). Di tengah aroma kopi dan obrolan santai, puluhan pecinta musik gothic metal berkumpul mengikuti pengajian bertajuk Ngaji Lan Ngopi Bareng Gothic Metal.

Sekitar 80 peserta dari berbagai komunitas musik hadir dalam kegiatan rutin bulanan yang dipandu Habib Muhammad Assegaf. Dengan konsep santai ala warung kopi, peserta diajak berdiskusi soal kehidupan dan nilai-nilai keagamaan tanpa meninggalkan identitas komunitas mereka.

Acara semakin menarik saat dua band gothic metal, Innalillahi Gothic Metal dan Negatoria, tampil membawakan lagu-lagu bernuansa dark metal dengan lirik penuh pesan kehidupan dan spiritualitas.

Keyboardis Innalillahi Gothic Metal, Fredy Setyo Adi Wijaya, mengaku baru pertama kali mengikuti pengajian bersama komunitas musik gothic. Selama ini, ia lebih sering tampil dalam konser musik underground tanpa ruang diskusi keagamaan seperti ini.

“Ini pengalaman yang tidak terlupakan. Biasanya kami hanya bermain musik saat konser. Lewat kegiatan ini, masyarakat juga bisa melihat bahwa musik gothic tidak selalu identik dengan hal negatif,” ujar Fredy.

Menurut Fredy, banyak lagu gothic metal justru memuat pesan religius dan refleksi kehidupan, mulai dari kematian, akhir zaman, hingga kritik terhadap keserakahan manusia.

Salah satu lagu band mereka berjudul Tuhan Tak Akan Pernah Mati disebut menggambarkan keyakinan bahwa segala sesuatu di dunia akan musnah kecuali Tuhan.

“Pesannya sederhana, manusia jangan terlena dengan kehidupan duniawi. Kami menyampaikan itu lewat musik gothic,” katanya.

Hal senada disampaikan personel band Negatoria, Andi Wahyudi. Ia menilai masyarakat masih banyak yang salah memahami musik underground, padahal sebagian besar lirik yang mereka bawakan berbicara tentang kehidupan dan moralitas.

“Ada lagu yang membahas akhir alam semesta dan keserakahan penguasa. Hanya saja kami menyampaikannya lewat karakter musik underground yang tidak semua orang pahami,” ujarnya.

Fredy dan Andi berharap kolaborasi pengajian dan komunitas gothic metal dapat terus digelar di berbagai tempat. Mereka ingin kegiatan serupa menjadi ruang belajar agama bagi para pecinta musik underground.

“Kami ingin teman-teman komunitas juga punya tempat belajar agama dan memperbaiki diri,” kata Fredy.

Sementara itu, Habib Muhammad Assegaf mengatakan kegiatan tersebut sengaja dibuat untuk merangkul semua kalangan tanpa memandang latar belakang komunitas maupun penampilan.

Menurut dia, dakwah harus hadir di tengah berbagai kelompok masyarakat, termasuk komunitas musik metal yang selama ini kerap mendapat stigma negatif.

“Semua orang punya hak belajar agama. Kami ingin menciptakan ruang yang nyaman, santai, dan penuh persaudaraan,” ujar Habib Muhammad.

Dalam pengajian tersebut, peserta diajak berdiskusi tentang kehidupan, toleransi, hingga nilai-nilai keislaman dengan pendekatan ringan yang mudah diterima anak muda.

Kegiatan Ngaji Lan Ngopi Bareng Gothic Metal pun mendapat respons positif dari masyarakat. Selain menjadi ajang silaturahmi, acara itu dinilai mampu menghapus stereotip negatif terhadap komunitas pecinta musik metal dan underground.(*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.