KabarBaik.co, Jember – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita atau yang akrab disapa Ning Ghyta memimpin langsung upaya penguatan pelayanan dasar melalui sinergisitas antara TP PKK, Posyandu, dan Bunda PAUD.
Fokus utama hal tersebut adalah implementasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Lewat transformasi ini, Posyandu tidak lagi hanya mengurus kesehatan, melainkan mengintegrasikan enam bidang pelayanan sekaligus dalam satu wadah koordinasi di tingkat desa dan kelurahan, yaitu Kesehatan, Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Sosial dan Ketenteraman dan Ketertiban Umum.
Ning Ghyta menegaskan bahwa para kader perempuan merupakan ujung tombak perubahan di tengah masyarakat. Kehadiran mereka di lapangan memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar menjalankan tugas organisasi.
“Para penggerak PKK, kader Posyandu, dan Bunda PAUD bukan sekadar menjalankan amanah organisasi, melainkan menjadi denyut penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat,” ujar Ning Ghyta, Sabtu (16/5).
Ia menambahkan, perluasan fungsi Posyandu menjadi 6 bidang SPM merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk hadir lebih dekat dalam menyelesaikan persoalan warga.
Oleh sebab itu Ning Ghyta menginstruksikan para kader agar tidak ragu turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi potensi daerah sekaligus memetakan masalah sosial, mulai dari akses air bersih hingga kelayakan kondisi hunian warga.
Menghadapi perubahan sistem ini, Ning Ghyta meminta seluruh elemen penggerak untuk tetap optimis dan melihatnya sebagai peluang besar dalam mendongkrak kualitas hidup masyarakat Jember secara menyeluruh.
“Transformasi Posyandu menuju pelayanan 6 bidang SPM tidak boleh dipandang sebagai beban baru. Sebaliknya, perubahan ini harus dimaknai sebagai afirmasi positif untuk memperluas manfaat Posyandu agar semakin dekat dan relevan dengan kebutuhan riil masyarakat,” pungkasnya. (*)







