OJK Jatim Gandeng Guru Bangun Ketahanan Masyarakat terhadap Keuangan Ilegal

oleh -113 Dilihat
IMG 20260805 WA0005
Penguatan kapasitas guru merupakan investasi penting untuk membangun masyarakat yang semakin cerdas finansial. (Foto: Dani)

KabarBaik.co, Surabaya – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Pendidikan dan Satgas Penanganan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) Jawa Timur memperkuat upaya pelindungan masyarakat melalui peningkatan literasi keuangan bagi para guru SMA.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi bertema “Guru Cerdas Finansial: Bijak Kelola Keuangan, Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal” yang dibuka secara daring oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.

Program ini menjadi bagian dari strategi Satgas PASTI untuk memperluas edukasi keuangan melalui pendekatan multiplier effect, dengan menjadikan guru sebagai agen literasi keuangan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyematan simbolis Agen Literasi Keuangan kepada dua orang guru oleh Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Jawa Timur Horas V.M. Tarihoran bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, disaksikan Wakil Gubernur Jawa Timur.

Mewakili Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Horas V.M. Tarihoran mengatakan peningkatan literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam memperkuat pelindungan konsumen di tengah pesatnya perkembangan sektor jasa keuangan, terutama di era digital.

Menurutnya, upaya melindungi masyarakat tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan terhadap aktivitas keuangan ilegal, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat, risiko, dan karakteristik produk maupun layanan jasa keuangan.

“Melalui literasi keuangan yang baik, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak serta mengenali dan menghindari berbagai modus aktivitas keuangan ilegal,” ujarnya, Rabu (5/8).

Ia mengungkapkan tantangan yang dihadapi masih cukup besar. Hingga 30 Juni 2026, Sistem Informasi Pelaksanaan Tugas Satgas PASTI (SIPASTI) menerima 22.206 pengaduan terkait aktivitas keuangan ilegal. Sementara itu, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat lebih dari 608 ribu laporan penipuan, dengan Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang mencatat jumlah laporan tertinggi.

Data tersebut, lanjut Horas, menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, regulator, dunia pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ketahanan masyarakat terhadap berbagai bentuk kejahatan keuangan.

Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan perilaku keuangan generasi muda. Pengetahuan yang dimiliki guru dapat diteruskan kepada peserta didik, keluarga, hingga masyarakat sehingga memberikan dampak yang lebih luas dalam meningkatkan literasi keuangan.

“Penguatan kapasitas guru merupakan investasi penting untuk membangun masyarakat yang semakin cerdas finansial dan lebih tangguh menghadapi berbagai risiko di sektor jasa keuangan,” katanya.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan guru memiliki peran penting dalam membangun budaya cerdas finansial di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.

Ia menilai literasi keuangan menjadi bekal bagi masyarakat agar mampu mengelola keuangan secara bijak sekaligus terhindar dari berbagai modus aktivitas keuangan ilegal maupun penipuan berbasis digital. Karena itu, sinergi antara pemerintah, OJK, dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Jawa Timur Wahyu Puspitaningrum yang menyampaikan materi mengenai pengelolaan keuangan yang bijak dan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.

Selain itu, Cyber Security Researcher sekaligus Founder Hacker Room Indonesia Endin Jorgy memberikan materi mengenai kesadaran keamanan siber untuk membantu para guru mengenali berbagai ancaman digital serta modus penipuan yang semakin berkembang.

Program edukasi ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang terus diperkuat OJK melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, pelaku usaha jasa keuangan, serta dunia pendidikan. Melalui sinergi tersebut, OJK berharap tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat terus meningkat sehingga mampu mendukung terciptanya sektor jasa keuangan yang sehat, inklusif, dan berintegritas. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.