Terdampar Usai Lomba, Pelari Asal Kenya Ditolong Warga Jember Hingga Bikin Haru

oleh -87 Dilihat
IMG 20260722 WA0026
Pelari asal Kenya saat ditampung di kediaman warga Jember. (Foto: Istimewa) 

KabarBaik.co, Jember – Niat hati meraih prestasi dan membawa pulang hadiah tunai, Maritim Thomas Kipkorir, atlet lari asal Kenya, justru harus melintasi ujian berat saat berlaga di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Akibat kendala bahasa dan miskomunikasi aturan kompetisi, Thomas sempat terlantar tanpa sisa uang sepeser pun sebelum akhirnya ditolong warga lokal.

Kisah kelam Thomas bermula saat ia memutuskan terbang ke Jember demi mengikuti ajang lari 10 kilometer. Berbekal modal pas-pasan, ia menaruh harapan besar pada hadiah utama sebesar Rp 10 juta yang rencananya akan dipakai untuk biaya operasional dan tiket pulang.

Namun sayang, asa tersebut sirna seusai garis finish. Hadiah uang tunai yang diincarnya rupanya hanya diperuntukkan bagi peserta berpaspor WNI yang memiliki dokumen kependudukan resmi. Aturan tersebut tertuang dalam syarat pendaftaran berbahasa Indonesia, sementara promosi di media sosial tersebar secara internasional sehingga memicu salah paham.

Tanpa uang tunai dan tak mampu membayar penginapan, Thomas terombang-ambing di jalanan kota dengan medali serta nomor dada (BIB) yang masih mengalung di lehernya.

Keberuntungan menghampiri Thomas saat bertemu dengan Enos Arif Wawanda (Wawan), warga Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari. Prihatin melihat kondisi sang atlet, Wawan langsung memboyong Thomas ke kediamannya untuk menampung dan memberinya makan.

Mengingat keterbatasan yang ada, Wawan lantas melibatkan adiknya, Nanda Puspita, seorang penggerak aksi sosial di Jember. Dari penelusuran awal, diketahui bahwa sepupu Thomas juga berada di Indonesia untuk mengikuti event lari di Pekanbaru. “Masalah ini membutuhkan koordinasi yang lebih luas,” ungkap Nanda saat menceritakan kronologi penanganan Thomas.

Nanda kemudian mengontak Riana Andrian, pegiat kemanusiaan yang fasih berbahasa asing atas rekomendasi Indi Naidha, anggota Fraksi PDI Perjuangan. Jejaring sosial ini kian solid setelah melibatkan Ayu Fitriananda, Wakil Ketua Bidang Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata DPC PDI Perjuangan Jember.

Melihat ongkos pemulangan langsung ke Kenya yang amat mahal, tim relawan mengambil langkah taktis: mengamankan tiket perjalanan Thomas menuju Jakarta untuk menyusul sepupunya dan mengurus kepulangan di Kedagung Besar Kenya. Seluruh biaya awal pemberangkatan ke ibu kota tersebut ditanggung penuh oleh Ayu Fitriananda.

Ayu menegaskan bahwa aksi cepat ini dilakukan bukan sekadar bantuan finansial, melainkan demi menjaga citra daerah. “Fokus utama kami adalah menjaga nama baik Kabupaten Jember. Event lari ini berlokasi di sini, jadi sangat tidak elok jika ada tamu mancanegara yang sampai terlantar tanpa penanganan,” terang Ayu yang juga aktif di bidang event organizer.

Pertolongan tulus dari warga Jember ini menyentuh hati Thomas. Sebelum bertolak meninggalkan Jember, pelari Afrika tersebut menyampaikan rasa terima kasih mendalam. “Mrs Ayu, thank you for helping me. I’ll pray to Allah for you (Ibu Ayu, terima kasih sudah membantu saya. Saya akan berdoa kepada Allah untuk Anda),” tutur Thomas haru.

Meski gagal membawa pulang uang hadiah yang diimpikannya, Thomas pulang membawa hangatnya kepedulian dan semangat gotong royong warga Jember. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.