KabarBaik.co- Serangan balasan Iran ke Israel Minggu (14/4) lalu, dikabarkan telah melandai. Bersyukur, ketegangan di wilayah Timur Tengah yang dikhawatirkan berujung Perang Dunia III, sejauh ini masih jauh panggang dari api. Kendati demikian, dunia masih tetap harap-harap cemas.
Kepala negara dan pemerintahan dari tujuh negara besar anggota blok G7 (Amerika Serikat, Italia, Jerman, Jepang, Prancis, Inggris, dan Kanada) akan berkumpul di Pulau Capri pada 17-19 April. Mereka akan menunjukkan dukungan bersama untuk menuntut gencatan senjata di Gaza dan meredam ketegangan antara Israel dan Iran.
Dilansir VOA, Senin (15/4), Menteri Luar Begeri Italia Antonio Tajani, Italia, yang menjadi ketua KTT G7 tahun ini, menyatakan, keterbukaan mereka untuk memberlakukan sanksi-sanksi baru terhadap individu-individu yang terlibat dalam perlawanan terhadap Israel pascaserangan Iran.
’’Pesan yang datang dari Teheran mengenai serangan ini benar arahnya. Ini hanya satu serangan. Selain itu, reaksi pemerintah Israel juga positif. Penting bagi kami untuk menghentikan serangan ke Rafah. Ini adalah posisi kami, posisi G7, dan sekarang kami harus mengupayakan gencatan senjata,” ujar Tajani.
Tajani juga menambahkan bahwa pemberlakuan sanksi-sanksi baru membutuhkan dukungan dari semua negara anggota G7 dan menyarankan agar langkah-langkah baru tersebut difokuskan pada individu, bukan pada seluruh negara.
Sementara itu, para pemimpin dunia memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Pertanyaan yang sama juga semakin membayangi keluarga-keluarga Palestina yang terjebak di tengah-tengah konflik sengit yang melanda Gaza. (*)








