Pascainsiden Pemalakan, SOP Wisata Bangsring Banyuwangi Diperketat, Bus Besar Dilarang Masuk, Wisatawan Dishuttle

oleh -139 Dilihat
bwi 9 scaled
Kesepakatan penerapan SOP wisata di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

KabarBaik.co – Pasca insiden pemalakan dan penyandaraan bus, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menerapkan standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan pariwisata di kawasan Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

Aturan itu pelarangan bus masuk ke area wisata. Pemerintah juga akan membangun portal pembatas yang akan dieksekusi jelang libur Natal dan Tahun Baru mendatang.

Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Kantor Desa Bangsring, Selasa (16/12). Rapat ini dihadiri Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Wongsorejo, pengelola destinasi wisata, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Kepala Desa Bangsring, Sutoyo, mengatakan, larangan bus besar masuk kawasan wisata Bangsring sebenarnya telah ditetapkan sejak 2017. Namun dalam penerapannya masih ada saja bus yang masuk ke area wisata.

Pasca terjadi insiden, hal tersebut kembali menjadi bahan evaluasi. Seluruh pihak yang terlibat telah sepakat untuk mematuhi SOP yang berlaku, termasuk larangan parkir dan masuknya bus pariwisata besar ke dalam area destinasi. Kesepakatan tersebut, kata dia, merupakan komitmen bersama untuk menjaga kenyamanan dan menghindari potensi gesekan di lapangan.

“Semua pihak sudah sepakat mematuhi SOP yang ada. Bus besar tidak diperbolehkan masuk area destinasi,” kata dia.

Sebagai gantinya, wisatawan akan diangkut dari area parkir menuju lokasi wisata menggunakan sistem shuttle. Operasional shuttle tersebut akan melibatkan masyarakat lokal sebagai bentuk pemberdayaan warga sekitar.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Banyuwangi, Taufik Rohman, menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak dimaksudkan untuk membatasi aktivitas wisata, melainkan untuk melindungi keberlangsungan destinasi dan usaha pariwisata itu sendiri.

“Ketertiban dan kenyamanan menjadi kunci agar wisatawan mau kembali. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menjaga ekosistem wisata dan keberlangsungan ekonomi masyarakat,” kata Taufik.

Sebagai tindak lanjut hasil rapat, pemerintah desa bersama pengelola wisata dan Disbudpar berencana membangun portal pembatas akses kendaraan besar. Pembangunan portal tersebut ditargetkan selesai sebelum masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Dengan adanya kesepakatan bersama tersebut, pengelolaan pariwisata di Bangsring diharapkan semakin tertib, aman, dan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal bagi wisatawan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.