Pascakebakaran Gedung PPJT, Komisi E DPRD Jatim Pastikan Pelayanan RSUD dr Soetomo Tetap Normal

oleh -71 Dilihat
Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari dan rombongan di RSUD Dr Soetomo Surabaya. (Istimewa)
Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari dan rombongan di RSUD Dr Soetomo Surabaya. (Istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya – Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur melakukan kunjungan kerja ke RSUD dr Soetomo Surabaya, Senin (18/5).

Kunjungan ini bertujuan memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal pascakebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT).

Rombongan dipimpin oleh Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari, didampingi anggota komisi Rasiyo, dan diterima langsung oleh Direktur RSUD dr Soetomo, Prof. Cita Rosita Sigit Prakoeswa.

Sri Untari menegaskan bahwa fokus utama kunjungan adalah memastikan kondisi pasien dan tenaga kesehatan (nakes) tertangani dengan baik. Pelayanan harus tetap berjalan normal meskipun fasilitas fisik gedung belum sepenuhnya pulih.

“Kami ke RSUD dr Soetomo untuk melihat pascakebakaran, memastikan pasien dan tenaga kesehatan sudah terfasilitasi untuk bisa berjalan normal. Normal itu bukan gedungnya, tapi mereka bisa ditempatkan di ruang perawatan yang sesuai,” ujar Untari.

Dalam tinjauan tersebut, Komisi E melihat langsung kondisi lantai lima gedung PPJT yang menjadi titik kebakaran. Saat ini, area tersebut masih diberi garis polisi (police line) untuk kepentingan penyelidikan.

“Lantai lima masih ada police line. Kita tunggu kapan dibuka, baru dilakukan pengecekan alat dan obat,” tambah Untari.

Mengenai total kerugian materiil, pihak otoritas terkait masih melakukan perhitungan. Namun, laporan awal dari pihak rumah sakit menunjukkan kerugian komoditas obat-obatan yang terdampak mencapai miliaran rupiah.

“Sementara obat saja sekitar Rp3 miliar, tapi total kerugian belum bisa dihitung,” jelasnya.

Komisi E turut menyampaikan apresiasi mendalam atas aksi heroik para tenaga kesehatan saat mengevakuasi pasien ketika kebakaran terjadi. Kerja sama taktis antara nakes dan petugas pemadam kebakaran dinilai berhasil mencegah timbulnya korban jiwa.

“Ada dokter-dokter yang memandu damkar menurunkan pasien dari lantai lima. Ini heroik dan bisa jadi best practice,” puji Untari.

Meski sempat terjadi insiden kebakaran, kepercayaan masyarakat terhadap RSUD dr Soetomo terbukti tidak surut. Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan pasien yang tetap tinggi pada Senin pagi.

“Tadi pagi ada 1.200 pasien jantung yang datang,” ungkapnya.

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Rasiyo, menambahkan bahwa angka tersebut menjadi bukti nyata bahwa publik tetap memercayai mutu layanan rumah sakit milik Pemprov Jatim ini.

“Masih ada 1.200 pasien, artinya masyarakat percaya pelayanan di dr Soetomo ini baik,” kata Rasiyo.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, Komisi E DPRD Jatim mengeluarkan beberapa rekomendasi penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di fasilitas kesehatan lain, Audit Kelistrikan Rutin, Melakukan pengecekan berkala jaringan listrik dengan melibatkan konsultan ahli Medical Electrical.

Pengawasan Instalasi, Memperketat kontrol terhadap kabel dan instalasi tua yang berpotensi mengalami keausan dan memicu korsleting.

Proteksi Aset, Mendorong penerapan asuransi kebakaran pada fasilitas medis untuk menjamin penggantian alat kesehatan yang rusak akibat bencana.

“Ini pengalaman berharga, kontrol listrik harus rutin karena kabel bisa aus dan berpotensi korslet,” pungkas Rasiyo.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.