KabarBaik.co, Surabaya– Kebakaran yang melanda Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu RSU Dr Soetomo Surabaya pada Jumat (15/5) pagi kini memasuki tahap penyelidikan kepolisian.
Aparat Polsek Gubeng bersama tim Inafis telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap sumber api yang menyebabkan satu pasien meninggal dunia.
Kapolsek Gubeng Kompol Eko Sudarmanto mengatakan proses penyelidikan dilakukan setelah lokasi sepenuhnya diserahkan oleh petugas pemadam kebakaran. Polisi juga membuka kemungkinan melibatkan Laboratorium Forensik (Labfor) untuk memastikan penyebab kebakaran.
“Kami membenarkan hari ini terjadi kebakaran di RSU Dr Soetomo. Alhamdulillah tidak terlalu lama sudah bisa dikuasai oleh pihak pemadam,” ujar Eko.
Meski api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat, petugas masih melakukan proses pembasahan dan pengeluaran asap dari dalam gedung. Asap tebal sempat memenuhi sejumlah lantai dan berdampak pada pasien yang menjalani perawatan di area gedung jantung.
“Nanti kalau sudah diserahkan dari pihak pemadam kepada kami, baru akan dilakukan identifikasi dengan Inafis. Bila perlu menggunakan Labfor dan sebagainya,” katanya.
Polisi juga masih mendata para saksi serta meminta keterangan dari petugas rumah sakit maupun tim pemadam kebakaran untuk membantu proses penyelidikan.
“Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui titik awal munculnya api dan memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian,” lanjutnya.
Satu pasien meninggal dunia dampak insiden tersebut. Korban bernama Sutaji, 46 tahun, warga Desa Kapuan, Cepu, Blora, Jawa Tengah.
Korban diketahui merupakan pasien cuci darah yang tengah menjalani perawatan intensif di ICU lantai enam Gedung Jantung RSUD Dr Soetomo.
“Informasinya ada satu yang meninggal dunia dan satu lagi masih dalam penanganan pihak rumah sakit,” tutur Eko.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran di Gedung Pusat Jantung Terpadu RSUD Dr Soetomo Surabaya masih dalam proses penyelidikan polisi. (*)






