Pecel Lele Budi Luhur, Legenda Rasa di Jalur Jombang–Nganjuk yang Eksis Sejak 1990-an

oleh -150 Dilihat
Pelanggan saat menikmati pecel lele Budi Luhur (istimewa)

KabarBaik.co, Jombang – Asap tipis yang mengepul dari wajan besar di pinggir jalur nasional Jombang–Nganjuk menjadi penanda khas Pecel Lele Budi Luhur.

Warung sederhana yang berada di Dusun Manisrenggo, Desa Gondangmanis, Bandarkedungmulyo,Jombang ini, telah menemani perjalanan warga dan para pelintas selama puluhan tahun.

Berdiri sejak era 1990-an, Pecel Lele Budi Luhur dikenal luas meski tampil tanpa kemewahan. Meja panjang, lesehan sederhana, dan penerangan seadanya justru menghadirkan suasana hangat yang membuat pengunjung betah. Tak heran, warung ini kerap disebut sebagai pecel lele legendaris di Jombang.

Pengunjungnya datang dari berbagai kalangan. Mulai mahasiswa, sopir lintas kota, keluarga, hingga pejabat yang singgah tanpa atribut. Semua duduk berdampingan, disatukan oleh cita rasa yang konsisten dari masa ke masa.

Lele goreng disajikan panas dengan kulit garing dan daging lembut. Namun, daya tarik utama warung ini terletak pada sambalnya. Sambal terasi mentah racikan khas disajikan segar setiap hari, dengan warna merah cerah dan aroma kuat. Tingkat kepedasan pun bisa disesuaikan dengan selera pelanggan.

Pengelola warung, Farida, mengatakan resep sambal tersebut dijaga sejak awal berdiri.

“Kami tetap pakai sambal mentah supaya rasanya segar. Itu yang bikin pelanggan balik lagi,” ujarnya, Minggu (8/2).

Pada akhir pekan dan musim liburan, warung ini kerap dipadati pengunjung. Dalam sehari, sekitar 100 porsi bisa terjual saat ramai. Pecel lele isi dua dibanderol Rp 23 ribu per porsi.

Selain lele, Pecel Lele Budi Luhur juga menyediakan menu lain seperti ayam goreng, bandeng, soto, hingga rawon, dengan kisaran harga Rp 23 ribu hingga Rp 30 ribu. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 23.00 WIB.

Bagi pelanggan setia seperti Oisatin, Pecel Lele Budi Luhur bukan sekadar tempat makan.

“Saya sudah langganan dari dulu. Sambalnya khas, bisa request, warnanya merah segar, dan rasanya beda. Harganya juga terjangkau,” katanya.

Di tengah gempuran tren kuliner baru, Pecel Lele Budi Luhur tetap bertahan dengan kesederhanaan dan rasa yang konsisten, menjadikannya bukan hanya tempat makan, tetapi juga bagian dari cerita perjalanan banyak orang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.