KabarBaik.co – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) membawa dampak positif bagi pelaku usaha kuliner di Jombang. Salah satunya dirasakan Warung Makan Tandjoeng Dhahar yang berlokasi di Dusun Kupang, Desa Tebel, Kecamatan Bareng.
Selama musim liburan, warung makan berkonsep joglo tersebut mengalami lonjakan jumlah pengunjung hingga 50 persen dibandingkan hari biasa. Peningkatan itu mulai terasa sejak awal libur panjang.
Pegawai Warung Makan Tandjoeng Dhahar Aris Kurniawan mengatakan sebagian besar pelanggan datang dari luar daerah. Bahkan, tak sedikit yang berasal dari luar pulau.
“Selama liburan Nataru ini pengunjung meningkat sekitar 50 persen. Rata-rata dari luar kota seperti Surabaya dan Kediri. Ada juga yang dari luar pulau, paling jauh dari Bali,” ujar Aris, Jumat (2/1).
Pengunjung yang datang pun beragam, mulai dari keluarga, ibu-ibu, remaja, hingga rombongan keluarga besar yang memanfaatkan momen liburan untuk wisata kuliner.
Soal menu, iga bakar dan gurami bakar menjadi hidangan favorit pelanggan. Keduanya dikenal memiliki cita rasa khas dengan daging tebal dan empuk.
“Paling laris itu iga bakar dan gurami bakar. Harga iga bakar Rp 35.000, sedangkan gurami mulai Rp 40.000 sampai Rp 80.000 tergantung ukuran,” jelas Aris.
Menurut Aris, keunggulan menu di Tandjoeng Dhahar terletak pada rasa yang mudah diterima berbagai kalangan. Khusus iga bakar, dagingnya tebal, empuk, dengan rasa manis gurih yang khas.
Tak hanya menawarkan kuliner, Warung Makan Tandjoeng Dhahar juga menyediakan area yang luas dan nyaman. Tempat ini kerap dimanfaatkan untuk rapat, pertemuan keluarga, pesta pernikahan, hingga berbagai acara lainnya.
“Konsepnya joglo, tempatnya luas dan nyaman, ditambah pemandangan alam yang indah. Banyak pengunjung yang datang bukan cuma untuk makan, tapi juga menikmati suasana,” kata Aris.
Hal serupa dirasakan Nanik, pengunjung asal Pojokrejo, Kecamatan Kesamben. Ia datang bersama teman-temannya untuk mengisi waktu libur.
“Tadi makan gurami bakar, gurami asam manis, ayam panggang, dan iga bakar. Semuanya enak,” ujarnya.
Menurut Nanik, iga bakar di Tandjoeng Dhahar memiliki cita rasa yang berbeda dibandingkan tempat lain.
“Iga bakarnya empuk, manis, dagingnya tebal. Sambalnya juga enak, cocok di lidah,” katanya.
Selain rasa, suasana tempat makan yang sejuk dengan latar pemandangan pegunungan juga menjadi daya tarik tersendiri.
“Tempatnya bagus, adem, view-nya kelihatan gunung. Harganya terjangkau. Kami ke sini karena pernah sebelumnya, terus ngajak teman-teman lagi. Jadi ketagihan,” ucap Nanik sambil tersenyum.
Dengan jam operasional mulai pukul 08.00 hingga 21.30 WIB, Warung Makan Tandjoeng Dhahar menjadi salah satu destinasi wisata kuliner favorit di Jombang dengan memadukan sajian khas, kenyamanan, dan keindahan alam dalam satu tempat. (*)






