KabarBaik.co – Seorang pelajar di Jombang menjadi korban pelecehan seorang pria berinisial E (40). Peristiwa miris ini terjadi saat korban hendak berangkat ke sekolah. Pelecehan ini dilaporkan terjadi pada Kamis (16/10)
Korban yang merupakan warga Kecamatan Ngoro ini diketahui memang sehari-hari berjalan kaki ke sekolah karena tidak memiliki kendaraan.
Pelaku berinisial E, warga Kecamatan Bareng, yang sudah dikenal korban, tiba-tiba menawarkan tumpangan sepeda motor saat korban berjalan menuju sekolah.
Korban yang berusia 17 tahun itu tak menaruh curiga dan bersedia dibonceng. Di tengah perjalanan, pelaku mulai melakukan niat buruknya.
“Korban sempat ditawari uang Rp 10 ribu setelah diminta bergantian menyetir motor oleh pelaku,” kata salah satu guru korban dalam keterangannya yang diterima KabarBaik.co, Sabtu (18/10).
Saat korban membonceng, pelaku melakukan aksi pelecehan seksual.
Kaget dan merasa dilecehkan, korban seketika menghentikan motor, melompat, dan berlari sekencang-kencangnya ke arah sekolah sambil menangis histeris.
“Budal sekolah ditunuti bapake koncone, lha kok diajak muter-muter terus areke mblayu, wingi wis lapor polisi (Berangkat sekolah diantar bapak temannya, tapi kok diajak putar-putar terus anaknya lari, kemarin sudah lapor polisi),” ujar sang guru.
Kepala Sekolah tempat korban bersekolah segera menghubungi orang tua korban setelah mengetahui kejadian tersebut.
Didampingi Kepala Sekolah dan orang tuanya, kasus dugaan pelecehan ini telah dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jombang.
Keluarga korban kini telah menerima Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) dari pihak kepolisian.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami trauma berat dan dikabarkan tidak berani berangkat ke sekolah.
Sementara itu, Kanit PPA Satreskrim Polres Jombang Ipda Satria Ramadhan membenarkan adanya laporan tersebut. Pihak kepolisian saat ini masih menggali keterangan korban selaku pelapor.
“Ya, benar, telah menerima laporan dugaan tindak pidana pencabulan anak di bawah umur. Saat ini kami masih mengumpulkan keterangan sejumlah pihak, termasuk korban,” kata Ramadhan saat dikonfirmasi. (*)





