KabarBaik.co, Gresik – Peristiwa pilu menimpa Sumarti, seorang nenek berusia 68 tahun asal Dusun Legundi RT 001/RW 001, Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Gresik. Sumarti menjadi korban pencurian saat ia pergi ke musala untuk salat Tarawih, Rabu (25/2) malam.
Korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Driyorejo. Hal itu dikonfirmasi langsung Kapolsek Driyorejo Kompol Musihram. “Korban melapor kemarin Kamis (26/2) sekitar pukul 10.00 WIB,” katanya, Jumat (27/2).
Kata Musihram, peristiwa itu bermula sekitar pukul 19.00 WIB saat korban pergi meninggalkan rumah untuk menunaikan ibadah salat Tarawih di musala.
“Saat korban pulang ke rumah sekira pukul 20.00 WIB, pintu kamar sudah terbuka dan rusak, kemudian korban melihat pintu lemari juga sudah rusak dan kondisi isi bajunya sudah berantakan,” bebernya.
“Setelah dicek, ada 1 gelang setengah rantai dan plat seberat 15 gram, 1 kalung polos dan liontin seberat 6 gram, dan uang berjumlah Rp 700.000,00 yang berada di dalam dompet sudah hilang,” sambungnya.
Atas kejadian tersebut, nenek Sumarti menderita kerugian puluhan juta rupiah. Atau sekitar Rp 20,7 juta. Korban berharap kasus pembobolan rumahnya bisa terungkap dan pelaku tertangkap.
“Anggota sudah mendatangi lokasi kejadian untuk olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi. Saat ini masih dalam penyelidikan,” tutup Musihram.
Untuk diketahui, peristiwa pembobolan rumah ini merupakan yang ketiga kalinya di Gresik selama Ramadan 1447 Hijriah. Ini menjadi alarm serius untuk meningkatkan kewaspadaan selama bulan puasa.
Peristiwa pertama terjadi pada Rabu (18/2) di Desa Kemangi, Kecamatan Bungah, dengan kerugian Rp 197 juta. Lalu, kejadian kedua di Desa Ngepung, Kecamatan Kedamean, Jumat (20/2) malam dengan kerugian Rp 45,8 juta.(*)






