KabarBaik.co, Lumajang – Suasana dini hari di Desa Tegalrandu, Klakah, Lumajang mendadak berubah mencekam. Seorang pria berinisial W, 32, tewas setelah menjadi korban pembacokan celurit di rumahnya sendiri, Selasa (14/7) sekitar pukul 02.00 WIB.
Korban diduga diserang oleh HR, 32, warga Malasan, Kabupaten Probolinggo. Peristiwa berdarah tersebut kini masih dalam penanganan dan penyelidikan jajaran Polres Lumajang.
Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto membenarkan adanya peristiwa pembacokan yang menewaskan warga Tegalrandu tersebut. Polisi saat ini masih mendalami kronologi lengkap sekaligus motif di balik aksi yang berujung hilangnya nyawa korban.
“Iya benar ada peristiwa pembacokan di Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. Peristiwa itu kemarin Selasa dini hari,” katanya saat dikonfirmasi KabarBaik.co, Rabu (15/7).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku datang ke rumah korban dan menanyakan keberadaan korban kepada seorang saksi. Setelah mendapat jawaban bahwa korban sedang tidur di dalam rumah, pelaku dipersilakan menunggu. Tak lama kemudian korban dipanggil keluar untuk menemui pelaku. Namun sesaat setelah bertemu, pelaku langsung menyabetkan celurit ke arah korban.
Saksi yang mengetahui kejadian tersebut sempat berusaha melerai. Namun karena situasi semakin berbahaya, saksi berlari keluar rumah untuk meminta bantuan warga. Ketika kembali, korban ditemukan tergeletak tak bernyawa di dalam rumah, sedangkan pelaku telah melarikan diri ke arah barat.
Hingga kini polisi masih memburu pelaku dan mengumpulkan sejumlah keterangan saksi untuk mengungkap motif kejadian tersebut.
“Untuk saat ini peristiwa pembacokan terhadap W masih dalam penyelidikan Polres Lumajang mas,” ujarnya.
Kasus ini ditangani dengan sangkaan Pasal 466 ayat (3) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. (*)






